Perselisihan antara selebgram Gebby Vesta dengan seorang sopir taksi berinisial INBU di Badung, Bali, berakhir damai melalui proses mediasi yang difasilitasi oleh Kepolisian Sektor Kuta Utara pada Rabu (3/6/2026).

Kasus ini bermula dari dugaan intimidasi dan pemerasan yang viral di media sosial. Namun polisi menyatakan kejadian tersebut murni merupakan kesalahpahaman terkait tarif tambahan rute perjalanan.

>>> Brian Uriarte Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya, Veda Ega Pratama Naik Peringkat

Peristiwa adu argumen itu terjadi di depan sebuah minimarket di Jalan Semat, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, pada Minggu (31/5/2026) pukul 03.30 WITA.

Kronologi Kesalahpahaman

Kapolsek Kuta Utara Kompol I Ketut Sukadana menjelaskan bahwa INBU mengangkut Gebby Vesta dan rekan warga negara asingnya, AW, dari tempat hiburan malam menuju vila di Desa Pererenan dengan tarif awal Rp300 ribu.

Masalah muncul ketika AW tidak membawa uang tunai dan meminta diantar ke ATM, namun kartunya tertinggal sehingga rute perjalanan menjadi bolak-balik.

"Awalnya mereka sepakat ongkosnya Rp 300 ribu dari Miss Fish menuju Pererenan.

Nah, di tengah jalan, penumpang asing ini mengaku tidak pegang uang cash sehingga mintalah diantarkan ke mesin ATM terdekat," ujar Sukadana.

Sukadana menambahkan bahwa sopir taksi mengikuti AW hingga ke dalam bilik ATM di kawasan Berawa Kitchen untuk memastikan pembayaran.

Hal tersebut memicu rasa tidak nyaman dan kecurigaan dari pihak Gebby Vesta.

"Sopir ini ikut membuntuti ke dalam bilik ATM sehingga membuat penumpang perempuan (Gebby) merasa nggak nyaman dan curiga dengan gerak-gerik sopir.

Suasana makin tegang sewaktu mereka harus balik lagi karena si pria mengira kartu transaksinya ketinggalan," jelas Sukadana.