Setelah sadar bahaya, pengemudi menginjak pedal akselerator 25 persen, lalu meningkat 51 persen. Namun karena posisi gigi netral, tenaga motor tidak tersalur ke roda.

Saat mobil berhenti di atas rel, transmisi baru dipindahkan ke D, tetapi pengemudi justru tidak menekan gas.

>>> DHL Express Luncurkan Heavy Weight Express, Garap Potensi Logistik Muatan Besar

Rangkaian kepanikan berlanjut dengan memindahkan ke P, mematikan dan menyalakan mesin, serta menginjak rem berulang kali.

KNKT menyimpulkan bahwa kegagapan dalam pengoperasian fitur kendaraan saat darurat menjadi faktor utama taksi tak bisa keluar dari rel.

Faktor teknis kendaraan sama sekali tidak terbukti.

Masalah Sistem Sinyal dan Komunikasi

Investigasi juga menyoroti anomali sinyal di Stasiun Bekasi yang masih hijau padahal kecelakaan pertama sudah dilaporkan.

Sistem pengendalian Stasiun Bekasi hanya mengatur pergerakan hingga wesel 14T, sehingga tidak mendeteksi insiden di luar area tersebut.

Selain itu, rantai komunikasi informasi terlalu panjang. Pesan harus melewati unit PK Selatan, supervisor, PK Timur, baru sampai ke masinis.

Birokrasi ini memakan waktu yang krusial.

Faktor lingkungan turut memperburuk situasi. Lokasi kecelakaan dekat pasar dan permukiman menimbulkan polusi cahaya.

Lampu kios dan jalan memiliki intensitas dan warna mirip dengan sinyal tambahan UB104, sehingga masinis sulit membedakan.

KNKT merekomendasikan penyederhanaan sistem koordinasi antar pengendali operasional. Selain itu, perbaikan sistem sinyal otomatis yang bisa merespons kondisi darurat secara real-time dinilai mendesak.

Anggota DPR yang hadir dalam rapat menilai kegagalan sistem ini sangat serius dan membahayakan keselamatan publik. KNKT pun mendorong evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan di perlintasan sebidang.

>>> Calvin Verdonk Dipastikan Perkuat Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Juni 2026

Dengan hasil investigasi ini, taksi GSM resmi terbebas dari tuduhan kesalahan teknis. Kini fuka perbaikan sistemik menjadi prioritas untuk mencegah tragedi serupa.