Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan kelemahan dalam proses induksi teknis pengemudi taksi listrik Green SM.

Hal ini terungkap setelah insiden kecelakaan yang melibatkan KRL dan taksi listrik tersebut.

>>> Telat Perpanjang SIM? Wajib Buat Baru dari Awal, Ini Biayanya

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan bahwa manajemen perusahaan masih minim memberikan pembekalan teknis kepada mitra pengemudi.

Pelatihan yang diberikan hanya mencakup hal-hal dasar seperti cara menghidupkan mobil, parkir, lampu indikator, knop transmisi, dan penggunaan sabuk pengaman.

"Knop lampu indikator pada saat siang hari susah dilihat," ujar Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Karakteristik kendaraan listrik yang memiliki respons torsi instan memerlukan keahlian mengemudi yang berbeda dari mobil konvensional.

>>> Komparasi Skutik Listrik Premium: Omoway Omo-X vs Maka Cavalry

Ketiadaan literasi berkendara yang matang pada armada modern ini dinilai memperbesar potensi fatalitas di jalan raya.

Langkah Taktis Operator Taksi Listrik

Menanggapi tegangan dari regulator, manajemen Green SM Indonesia mengambil tindakan perbaikan. Perusahaan menggandeng Korlantas Polri untuk menyelenggarakan program pelatihan lanjutan.

"Bertujuan untuk memperkuat keterampilan berkendara yang aman serta meningkatkan kesadaran akan keselamatan lalu lintas di kalangan pengemudi," ujar Managing Director Green SM Indonesia, Deny Tjia.

>>> Pasar Mobil LCGC Merosot 25 Persen pada Awal Tahun 2026

Deny menambahkan bahwa pihaknya akan terus mengevaluasi dan memperkuat proses pelatihan, pengawasan, dan operasional guna meningkatkan kualitas dan keselamatan layanan.