Pasar Mobil LCGC Merosot 25 Persen pada Awal Tahun 2026
Pasar mobil murah ramah lingkungan (LCGC) di Indonesia mengalami penurunan penjualan yang signifikan pada awal tahun 2026.
Data wholesales menunjukkan volume distribusi dari pabrik ke dealer merosot 25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
>>> IEA Prediksi Penjualan Mobil Listrik Global Tembus 23 Juta Unit
Pada Januari hingga April 2026, penjualan LCGC tercatat hanya 37.823 unit. Angka ini turun drastis dari 50.416 unit pada empat bulan pertama tahun sebelumnya.
Penurunan ini disebabkan oleh melemahnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian geopolitik global. Segmen LCGC yang didominasi pembeli mobil pertama (first car buyer) menjadi yang paling terdampak.
Honda Brio Satya Kuasai Pasar
Di tengah pelemahan pasar, Honda Brio Satya tetap menjadi primadona.
Model ini mencatat penjualan 9.448 unit sepanjang Januari hingga April 2026, menguasai pangsa pasar 24,98 persen.
Direktur Sales & Marketing dan Business Innovation PT Honda Prospect Motor (HPM), Jusak Billy, menjelaskan bahwa konsumen LCGC sangat sensitif terhadap perubahan ekonomi.
"LCGC memang segmennya first car buyer. Itu memang price sensitive ada di sana," ujarnya.
>>> Polri Tetapkan Masa Berlaku SIM Berdasarkan Tanggal Penerbitan
Faktor makroekonomi dan isu geopolitik internasional dinilai menekan kesiapan finansial dan psikologis masyarakat kelas menengah ke bawah.
"Nilai daya [beli] juga sekarang sedang berkurang, geopolitical issue juga masih ada," kata Jusak Billy.
Strategi Pembiayaan untuk Pulihkan Penjualan
Untuk mengatasi hambatan pembiayaan, produsen menggandeng perusahaan pembiayaan. Mereka menyusun program kredit dengan uang muka ringan, tenor panjang, atau cicilan fleksibel.
"Kita terus berusaha membuat strategi pembiayaan yang sekali lagi memudahkan konsumen untuk memiliki kendaraan," jelas Jusak Billy.
Langkah ini diharapkan dapat membantu pemulihan segmen kendaraan hemat energi dan terjangkau.
Meskipun daya beli masih lemah, produsen tetap berupaya mencari formula penjualan terbaik.
>>> Raffi Ahmad Miliki Rolls-Royce Phantom Rp18 Miliar, Pajaknya Fantastis
"Tapi memang sekarang kondisinya masih daya belinya sedang lemah tapi kita terus berusaha membuat strategi pembiayaan yang sekali lagi memudahkan konsumen untuk memiliki kendaraan," pungkas Jusak Billy.
Update Terbaru
Webtoon Villains Are Destined to Die Akhiri Cerita Utama di Korea
Jumat / 10-07-2026, 20:05 WIB
SK Hynix Debut di Pasar Saham AS, Uji Minat Investor
Jumat / 10-07-2026, 20:04 WIB
US Navy Terapkan Kebijakan Pisahkan Personel dengan Kondisi Kulit Permanen Akibat Cukur
Jumat / 10-07-2026, 20:04 WIB
Bayeux Tapestry Kembali ke Inggris untuk Pameran Bersejarah di British Museum
Jumat / 10-07-2026, 20:00 WIB
SK Hynix Catatkan Saham di Nasdaq Usai Raup Dana Rp 26,5 Miliar
Jumat / 10-07-2026, 19:59 WIB
Prabowo Blak-blakan Banyak Pihak Tolak B50: Mereka Maunya Impor
Jumat / 10-07-2026, 19:59 WIB
AFTECH Petakan Lima Transisi Besar untuk Masa Depan Fintech Indonesia
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
PINTU dan Universitas Paramadina Bersinergi Lawan Hoaks dan Ancaman AI
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
Penjualan Mobil Indonesia Semester I 2026 Naik 15,9%, BYD Kembali ke Posisi 4 Besar
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
PNS Gresik Jadi Tersangka Baru Kasus SK ASN Palsu yang Sempat Viral
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
WN Kanada Diduga Bunuh Diri Pakai Senpi di Jimbaran Bali
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
7 Penyebab Kelelahan yang Tidak Boleh Disepelekan
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun
Jumat / 10-07-2026, 19:56 WIB
Malahayati Consultant dan HMI UI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Jumat / 10-07-2026, 19:54 WIB







