New York Knicks membuka Final NBA dengan kemenangan 105-95 atas San Antonio Spurs di Frost Bank Center, Rabu malam.

Hasil ini sekaligus membukukan rekor baru: tujuh kemenangan tandang beruntun dengan selisih dua digit angka, yang terpanjang dalam sejarah NBA.

>>> Jalen Brunson Bawa Knicks Kalahkan Spurs 105-95 di Final NBA

Kebangkitan di Kuarter Ketiga

Sempat tertinggal hingga 14 poin pada kuarter ketiga, Knicks bangkit berkat permainan kolektif dan pertahanan yang semakin ketat.

Jalen Brunson menjadi motor serangan dengan 30 poin, 13 di antaranya pada kuarter terakhir. Karl-Anthony Towns mencatat double-double (18 poin, 12 rebound), sementara OG Anunoby menyumbang 17 poin.

Pertahanan Kunci Bungkam Wembanyama

Pertahanan Knicks sukses membatasi Victor Wembanyama, yang meski mencatat 26 poin, 12 rebound, dan 3 blok, hanya memasukkan 6 dari 21 percobaan tembakan.

Akurasi keseluruhan Spurs hanya 36 persen, dan 25,6 persen dari luar garis tiga angka—terburuk mereka di postseason.

>>> Rencana Perombakan Skuad MU di Era Carrick: Rekrutan Baru dan Jalur Akademi

Brunson menekankan pentingnya kebersamaan tim. "Honestly, I think it's our chemistry, just knowing we have each other's back," ujarnya kepada ABC.

Ia juga mengakui masih ada aspek taktis yang perlu dibenahi, tetapi menyebut ketangguhan tim sebagai faktor pembeda.

Laga Kedua Menanti

Kekalahan ini menjadi pukulan bagi Spurs yang akan berusaha bangkit pada laga kedua, dijadwalkan Jumat malam di tempat yang sama.

>>> Jadwal dan Siaran Langsung Timnas Indonesia U-19 vs Myanmar di Piala AFF U-19 2026

Knicks, yang kini unggul 1-0, berpeluang memperlebar keunggulan.