Pasar minyak global bergerak negatif pada perdagangan Kamis (4/6/2026) setelah gencatan senjata antara Lebanon dan Israel resmi diimplementasikan.

Sentimen damai di Timur Tengah meredakan kekhawatiran gangguan pasokan yang sebelumnya membayangi.

>>> Bansos Kemensos Mei 2026: Cek Nama Penerima dan Besaran Bantuan

Berdasarkan data pasar, harga minyak mentah Brent turun 67 sen atau 0,69 persen ke level US$97,14 per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pasar Amerika Serikat terkoreksi 62 sen atau 0,65 persen menjadi US$95,40 per barel.

Optimisme Diplomasi dan Sinyal dari Washington

Sebelum gencatan senjata, harga sempat melonjak sekitar 2 persen akibat eskalasi militer, termasuk serangan Iran ke Kuwait dan operasi AS di Selat Hormuz.

Namun, kesepakatan damai mengubah arah sentimen.

Presiden AS Donald Trump memberi sinyal positif terkait negosiasi dengan Iran, mengisyaratkan perkembangan signifikan mungkin terlihat akhir pekan ini.

>>> Kreator God of War Asli Kecam Spin-off Laufey: 'Seperti Game Fantasi Generik'

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi mengonfirmasi komunikasi dengan Washington masih terbuka, meski belum ada terobosan besar.

Ia menyebut kedua pihak masih mendalami dokumen dan usulan yang dipertukarkan.

Stok Minyak AS Menyusut

Faktor lain yang mempengaruhi pasar adalah data terbaru Energy Information Administration (EIA).

Cadangan minyak domestik AS turun 8 juta barel menjadi 433,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 29 Mei.

Penurunan ini menandakan permintaan tetap kuat.

>>> DNET: Kehadiran Kopdes Merah Putih Tak Pengaruhi Operasional Indomaret

Meski stok menurun, harapan akan stabilitas geopolitik menjadi faktor dominan yang menekan harga. Investor kini menunggu kelanjutan dialog diplomatik yang diharapkan membawa perdamaian lebih luas di kawasan.