PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), perusahaan yang memiliki investasi di jaringan ritel Indomaret, memastikan bahwa kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tidak memberikan tekanan berarti terhadap operasional maupun ekspansi bisnis perseroan.

KDMP dinilai memiliki segmen pasar dan karakteristik tersendiri sehingga tidak bersinggungan langsung dengan pasar Indomaret.

>>> Sorotan Media Singapura: Rupiah Tembus 18.000 dan Terjun ke Rekor Terendah

Sekretaris Perusahaan DNET, Kiki Yanto Gunawan, menegaskan bahwa penutupan sementara atau penyesuaian operasional sejumlah gerai Indomaret di Lombok Tengah merupakan langkah bisnis normal.

"Penyesuaian operasional ini merupakan langkah bisnis normal dan tidak terkait langsung dengan KDMP," ujarnya dalam keterangan resmi.

Menurut Kiki, setiap perubahan operasional gerai dilakukan berdasarkan evaluasi berkala untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi setempat.

Hal ini sudah menjadi prosedur standar perusahaan di berbagai daerah, terlepas dari hadirnya program koperasi desa yang tengah digalakkan pemerintah.

>>> Kenali 10 Sinyal Tubuh Saat Ginjal Mulai Bermasalah

Sejauh ini, lanjut Kiki, keberadaan KDMP belum berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan ataupun prospek bisnis DNET.

Kegiatan entitas asosiasi perusahaan masih berjalan sesuai target, dan manajemen belum melihat kebutuhan untuk mengubah strategi investasi maupun pengembangan jangka panjang.

Pernyataan ini keluar di tengah ekspansi besar-besaran Kopdes Merah Putih di sejumlah wilayah.

>>> Komentar yang Sebaiknya Ditahan saat Bicara dengan Ibu Hamil

Namun, DNET menegaskan bahwa bisnis inti Indomaret tetap berjalan tanpa hambatan berarti dari kehadiran koperasi bentukan pemerintah tersebut.