Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mempercepat transformasi digital sektor manufaktur nasional. Langkah terbaru dilakukan dengan mendorong penerapan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri farmasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memfasilitasi program Proof of Concept (PoC) yang dijalankan di PT Kalbe Farma Tbk. Program ini menjadi bagian dari implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

>>> Cek Status Pencairan Dana PKH dan BPNT Tahap 3 Juli 2026 via Livin by Mandiri

Dalam PoC tersebut, Kemenperin menggandeng PT NEC Indonesia untuk menguji solusi predictive maintenance berbasis AI. Teknologi ini mampu mendeteksi potensi kerusakan mesin secara lebih dini.

Dengan deteksi dini, perusahaan dapat melakukan perawatan sebelum terjadi kerusakan yang mengganggu produksi. Hal ini diharapkan meningkatkan efisiensi operasional pabrik farmasi.

Industri farmasi merupakan salah satu sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0. Penerapan AI dinilai strategis untuk memperkuat daya saing industri nasional di era Industri 4.0.

>>> Air Cambodia Datangkan 20 Pesawat COMAC C909 Sepanjang 2026

Melalui program ini, Kemenperin ingin menunjukkan bahwa teknologi AI dapat diadopsi secara nyata di lini produksi. Keberhasilan PoC di Kalbe Farma diharapkan menjadi contoh bagi perusahaan farmasi lainnya.

Transformasi digital di sektor farmasi tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga kualitas produk. Dengan predictive maintenance, risiko downtime mesin dapat diminimalkan.

>>> Jermaine Eluemunor Yakin Jaxson Dart Bisa Jadi QB Terbaik NFL

Kemenperin berkomitmen terus mendukung industri dalam mengadopsi teknologi 4.0. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong industrialisasi berbasis inovasi.