Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar menunjuk grandmaster catur Judit Polgar sebagai presiden sementara. Penunjukan ini dilakukan setelah Presiden Tamas Sulyok lengser dari jabatannya.

Magyar menyatakan Polgar adalah orang yang tepat untuk memegang posisi tersebut.

>>> Prabowo Akui Baru Sadar Besarnya Persoalan Indonesia Setelah Jadi Presiden

"Karena namanya identik dengan bakat dan ketekunan selama beberapa dekade," kata Magyar di halaman Facebook resminya, dikutip Times of Israel, Minggu (19/7).

Ia menambahkan, "Negara kita membutuhkan persatuan, perdamaian, dan seorang presiden yang bisa dibanggakan setiap warganya."

Magyar juga menekankan bahwa jabatan presiden bukan sekadar pekerjaan, melainkan pengabdian tertinggi kepada masyarakat.

"Tugas presiden adalah melayani dan mewakili setiap warga Hungaria," ujar dia.

>>> Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo, Harta Tembus Rp3,29 Miliar

Lebih lanjut, PM Hungaria mengatakan ketenaran Polgar bukan karena afiliasi atau koneksi politik, melainkan karena bakat, ketekunan, dan ketabahan yang patut dicontoh.

Magyar berharap Polgar bisa menerima jabatan tersebut. Ia bahkan merasa sangat terhormat jika pecatur dunia itu bersedia.

Magyar juga berharap jabatan yang diberikan ke Polgar bisa berlanjut hingga konstitusi baru Hungaria disahkan.

Selama memimpin Hungaria, Magyar berusaha mengurangi pengaruh pemerintahan sebelumnya di bawah kendali Viktor Orban.

>>> Kubu Ruben Onsu Pertanyakan Sikap Gio yang Tak Kunjung Minta Maaf

Salah satu langkahnya adalah meminta Sulyok menandatangani amandemen konstitusi yang membuatnya mengakhiri masa jabatan sebagai presiden.