Regulasi Komoditas Strategis Dianggap Tak Berpihak, DPR: Petani Jadi Korban
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai regulasi yang mengatur komoditas strategis nasional masih belum memadai.
Menurut keterangan resminya, sektor kelapa sawit, minyak dan gas bumi, serta hasil tembakau membutuhkan penguatan kebijakan agar tetap menjadi penopang ekonomi.
Ancaman bagi Investor
Firman menekankan bahwa ketidakpastian regulasi berpotensi mengusir investor. "Jika berinvestasi di Indonesia tidak lagi nyaman, ada risiko mereka memindahkan modal ke negara lain," ujarnya.
Tanpa kebijakan yang jelas, daya tarik Indonesia di mata investor global bisa melemah.
Kontribusi Tembakau yang Signifikan
Sektor Industri Hasil Tembakau (IHT) disebut menyerap jutaan tenaga kerja dan menyumbang penerimaan cukai Rp216 triliun pada 2024.
Namun, Firman menyayangkan program pertanian yang dinilainya tidak memberi ruang bagi petani tembakau. "Besarnya sumbangsih ini harus diikuti kebijakan yang berpihak," tegasnya.
Perbandingan dengan Negara Lain
Firman menggarisbawahi bahwa Indonesia belum memiliki undang-undang khusus untuk melindungi komoditas strategis. Sebagai perbandingan, Jepang sangat protektif terhadap beras, sementara Turki memiliki kebijakan khusus untuk tembakau.
>>> Studi Work-Life Balance 2025: Filipina Terburuk, Indonesia Tak Masuk 20 Besar
"Indonesia dengan komoditas masif justru regulasinya rapuh," katanya.
Nasib Petani di Tengah Ketidakpastian
Selain investasi, perlindungan hukum bagi petani dinilai masih lemah. "Pemerintah jangan hanya memanfaatkan petani tanpa timbal balik adil," ujar Firman.
Ia mendesak jaminan keamanan bagi petani agar tetap produktif menjaga kualitas panen.
Dinamika Regulasi Tembakau
Sektor tembakau kini menghadapi tekanan dari Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 dan sejumlah usulan seperti kemasan polos serta pembatasan nikotin.
>>> Team Pandum Jawara PMPL ID Spring 2026, Siap Tantang Dunia di PMGO Jakarta
Firman khawatir aturan ini akan memangkas daya saing produk lokal dan mengancam jutaan petani yang menggantungkan hidup pada industri tersebut.
Update Terbaru
Valve Tak Akan Buat Game Eksklusif untuk Steam Machine
Senin / 20-07-2026, 18:49 WIB
The New York Times Rilis Connections Puzzle 1134, Tebak Kata Tema Komunikasi hingga UI
Senin / 20-07-2026, 18:49 WIB
Badai Petir Parah dan Sistem Tropis Ancam Wilayah Mid-Atlantik
Senin / 20-07-2026, 18:49 WIB
Cara Tingkatkan Literasi Digital untuk 7 Ruang Informasi Aman 2026
Senin / 20-07-2026, 18:49 WIB
Harkopnas ke-79: Prabowo Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Raksasa Ekonomi
Senin / 20-07-2026, 18:49 WIB
Final Fantasy 4 Hampir Dilewati Demi Kalahkan Dragon Quest
Senin / 20-07-2026, 18:47 WIB
Mensesneg Tegaskan Kasus Febrie Adriansyah Murni Proses Hukum, Minta Hotman Paris Jangan Kaitkan dengan Presiden Prabowo
Senin / 20-07-2026, 18:47 WIB
NOAA Prediksi El Nino Kuat Pengaruhi Musim Dingin Awal 2027
Senin / 20-07-2026, 18:47 WIB
Philippine Airlines Pesan 20 Boeing 787-10 Dreamliner untuk Modernisasi Armada
Senin / 20-07-2026, 18:47 WIB
Marie Bouzkova Hadapi Jessica Bouzas Maneiro di Prague Open
Senin / 20-07-2026, 18:45 WIB
Summarecon Bogor Luncurkan The Sherwood Residence, Hunian Premium dengan Pemandangan 4 Gunung
Senin / 20-07-2026, 18:45 WIB







