Kabar duka mendalam datang dari benua Eropa, tepatnya dari negara Armenia. Seorang warga negara Indonesia (WNI) muda asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Kasus ini kini menjadi sorotan tajam, tidak hanya bagi komunitas Indonesia di luar negeri, tetapi juga masyarakat tanah air yang menunggu kepastian hukum dan keadilan bagi sang korban.
 
Korban yang dikenal dengan nama Valenth A Tambuto (24) ini ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar motel di Kota Yerevan, ibu kota Armenia. Kondisi jasad yang ditemukan dengan bagian mulut dan tangan yang dilakban rapat memunculkan dugaan kuat bahwa kematian ini bukanlah hal yang wajar, melainkan aksi kriminal yang terencana.
 
Kondisi Mengerikan yang Memunculkan Dugaan Kuat Pembunuhan
 
Penemuan jasad Valenth dengan kondisi tangan dan mulut yang dibungkus lakban sontak mengejutkan banyak pihak. Kondisi fisik tersebut secara medis dan kriminologis mengarah pada indikasi adanya upaya pembungkaman dan penahanan paksa sebelum kematian terjadi.
 
Hal ini secara otomatis mengubah status kasus dari kematian mendadak menjadi dugaan pembunuhan yang kejam. Keluarga besar di Maros, Sulawesi Selatan, dipastikan tengah dilanda duka yang tak terperi. Kehilangan anak muda berusia 24 tahun yang seharusnya masih memiliki masa depan cerah di perantauan, tentu menjadi pukulan berat yang membutuhkan pendampingan psikologis dan hukum secara penuh.
 
KBRI Kyiv Turun Tangan dan Koordinasi Intensif
 
Menanggapi tragedi ini, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia tidak tinggal diam. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kyiv, Ukraina, yang memiliki wilayah akreditasi mencakup Armenia, telah mengambil langkah-langkah diplomasi dan konsuler yang cepat dan tepat.