Pemilik motor listrik perlu memahami perbedaan baterai sebelum membeli. Dua jenis yang paling umum adalah Sealed Lead Acid (SLA) dan lithium, dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Perbedaan Masa Pakai

Menurut Ridwan Alawi, pemilik Bengkel Motor Listrik dan Sepeda Listrik Bogor RI EV Maintenance, baterai SLA hanya bertahan sekitar satu tahun.

>>> Kia Sportage Hybrid Mulai Diproduksi di Pabrik Hyundai Georgia yang Semula Khusus EV

Setelah itu, baterai harus diganti.

Sementara baterai lithium bisa bertahan lima hingga enam tahun. Jauh lebih awet dibandingkan SLA.

Performa dan Varian Lithium

Ridwan menilai baterai lithium memiliki kualitas lebih unggul. Performanya lebih tangguh, tegangan lebih stabil, dan usia pakai lebih panjang.

Baterai lithium sendiri terbagi menjadi dua varian: Lithium Ion (Li-Ion) dan Lithium Polymer (Li-Po). Li-Ion berbentuk silinder seperti baterai senter, sedangkan Li-Po berbentuk pelat datar.

>>> Adu Irit Yamaha FreeGo 125 vs Indomobil Emotor Sprinto: Bensin vs Listrik

Pertimbangan Harga dan Riset

Karena keunggulannya, baterai lithium dijual dengan harga lebih mahal. Namun, banyak konsumen lebih memilih motor listrik murah tanpa mengecek jenis baterainya.

"Sayangnya masyarakat lebih memilih motor listrik mengincar murahnya terlebih dahulu. Padahal mereka tidak tahu detail baterainya seperti apa.

Akhirnya dia memilih motor dengan jenis baterai SLA. Tapi setelah di pakai banyak kendala.

Ya karena dari awal dia tidak riset dulu," katanya.

>>> Harga Mobil Diesel Juni 2026: Fortuner, Pajero Sport, GWM, Isuzu

Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset sebelum membeli motor listrik. Pastikan jenis baterai sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.