Persaingan motor komuter harian di kisaran Rp 20-25 juta semakin menarik dengan hadirnya motor listrik. Indomobil Emotor Sprinto menawarkan biaya energi jauh lebih murah daripada Yamaha FreeGo 125.

Namun, FreeGo unggul dalam kepraktisan infrastruktur dan akomodasi.

>>> Harga Mobil Diesel Juni 2026: Fortuner, Pajero Sport, GWM, Isuzu

Perbandingan Biaya Operasional

Hasil pengujian langsung dengan metode full to full pada rute Jakarta-Bogor sejauh 64,7 km menunjukkan Yamaha FreeGo 125 mengonsumsi 1,43 liter Pertamax.

Dengan harga Rp 12.300 per liter, biaya operasional mencapai Rp 17.589.

Sementara itu, Indomobil Emotor Sprinto diuji pada jarak 62 km dan hanya menghabiskan 1,44 kWh listrik.

Dengan tarif PLN non-subsidi golongan 1.300 VA ke atas Rp 1.444,70 per kWh, biaya perjalanan hanya Rp 2.089.

Motor listrik terbukti jauh lebih hemat dalam biaya energi harian.

>>> Astra Otoparts Siapkan Strategi Hadapi Pelemahan Rupiah

Kepraktisan dan Fungsionalitas

Yamaha FreeGo 125 unggul dalam fungsionalitas. Bagasi bawah jok mencapai 25 liter karena tangki dipindahkan ke bawah dek.

Posisi pengisian bensin praktis di dek depan kiri.

Infrastruktur bensin yang matang membuat FreeGo mampu menempuh 190 km dalam sekali isi penuh. Pengisian bensin hanya butuh 3 menit di SPBU tanpa khawatir kehabisan daya.

Sebaliknya, Sprinto memerlukan manajemen waktu pengisian baterai dan berisiko mengalami range anxiety. Ruang bagasi juga tidak seluas FreeGo.

Kesimpulan

Pilihan tergantung kebutuhan. Jika fokus pada penghematan biaya energi bulanan, Indomobil Emotor Sprinto adalah pilihan tepat.

>>> Wuling Daftarkan Nama Aira ev di PDKI, Isyaratkan Mobil Listrik Baru

Namun, jika mobilitas dinamis dan membutuhkan ruang bagasi luas serta kepraktisan, Yamaha FreeGo 125 masih menjadi opsi paling masuk akal.