Wuling Motors dikabarkan telah mendaftarkan nama Aira ev pada laman Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

Langkah ini memicu spekulasi bahwa nama tersebut akan menjadi calon mobil listrik baru mereka.

>>> Tantangan Ekosistem Mobil Listrik: Bukan Sekadar Tambah SPKLU

Pengajuan nama Aira ev dilakukan oleh SAIC GM Wuling Automobile Co., Ltd. Dokumen tersebut resmi terpampang pada laman PDKI per tanggal 8 April 2026.

Meskipun tampilan resminya belum diungkap, produk ini diduga terkait dengan Hongguang Mini EV yang baru meluncur di China pada Maret 2026.

Kendaraan tersebut diprediksi menjadi penerus bagi Wuling Air ev.

Hongguang Mini EV generasi terbaru dipasarkan mulai 44.800 Yuan atau sekitar Rp 116 jutaan.

>>> Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Mulai 8 Juni 2026

Dimensinya ringkas dan menyerupai Air ev, namun perbedaan utamanya terletak pada penggunaan empat pintu.

Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, belum bersedia memberikan komentar banyak. Dirinya enggan berspekulasi apakah nama itu akan merujuk pada mobil listrik mungil berdimensi empat pintu.

Menurut Brian Gomgom, pendaftaran nama di PDKI merupakan bagian dari strategi korporasi. Langkah tersebut menjadi tindakan preventif dalam mengamankan aset intelektual milik Wuling Motors.

“Kami belum bisa memberikan informasi apa-apa mengenai nama tersebut, termasuk akan dipakai di produk apa itu belum bisa kami informasikan.

>>> Cal Crutchlow: Motor MotoGP Modern Makin Sulit Dikendarai

Tetapi yang pasti, kami saat ini memang sedang fokus untuk mengenalkan atau menyosialisasikan dua produk yang menggunakan teknologi Wuling, yakni Darion dan Eksion,” kata Brian Gomgom.