Tantangan Ekosistem Mobil Listrik: Bukan Sekadar Tambah SPKLU
Jakarta, Kompas.
com – Pertumbuhan populasi mobil listrik tidak hanya menuntut penambahan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), tetapi juga kualitas kendaraan yang beredar di pasar.
>>> Korlantas Polri Gelar Operasi Patuh Mulai 8 Juni 2026
Salah satu aspek yang mulai mendapat perhatian adalah kemampuan pengisian daya atau charging rate pada mobil listrik.
Ketua Umum Komunitas Mobil Elektrik Indonesia (KOLEKSI) Arwani Hidayat menilai, tantangan berikutnya dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik bukan sekadar membangun lebih banyak SPKLU.
Menurut dia, memastikan kendaraan yang dijual memiliki kemampuan pengisian daya yang memadai juga penting.
Charging Rate Rendah
Arwani mengatakan, semakin banyak mobil listrik dengan charging rate rendah berpotensi menimbulkan antrean lebih panjang di SPKLU.
Kondisi ini dapat mengurangi kenyamanan pengguna, terutama ketika jumlah kendaraan listrik terus bertambah dalam beberapa tahun mendatang.
"Paling tidak charging rate-nya di atas 30 atau 40 kW.
Jadi kalau charging rate-nya 40 kW, misalnya dia baterainya cuma 18-20 kWh, kan berarti cuma setengah jam lah, wajar seperti yang lain," kata Arwani kepada Kompas.
com, Selasa (2/6/2026).
Sebaliknya, jika kemampuan pengisian dayanya terlalu rendah, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai menjadi lebih lama.
Dampaknya tidak hanya dirasakan pemilik kendaraan tersebut, tetapi juga pengguna lain yang harus menunggu giliran menggunakan SPKLU.
"Tapi kalau ini charging rate-nya kadang-kadang cuma 20 kW. Kadang kalau ngecasnya di tempat yang lebih besar, dapatnya 10 kW.
Itu kan menjadi problem orang-orang lain. Orang pengguna-pengguna lain harus nongkrong, nungguin dia," ujar Arwani.
Menurutnya, jika ke depan semakin banyak kendaraan dengan karakteristik serupa hadir di pasar tanpa adanya pengaturan yang jelas, maka beban pada infrastruktur pengisian daya publik bisa semakin besar.
Update Terbaru
Hakim Keluarkan Perintah Penahanan 14 Hari untuk Merger Paramount-Warner Bros.
Rabu / 22-07-2026, 02:39 WIB
Peringatan Tornado untuk Empat County di Iowa Utara Dicabut
Rabu / 22-07-2026, 02:39 WIB
Minnesota Twins Hadapi Cleveland Guardians dalam Empat Pertandingan
Rabu / 22-07-2026, 02:39 WIB
Jeana Keough Didiagnosis Kanker Lidah, Keluarga Minta Dukungan
Rabu / 22-07-2026, 02:36 WIB
Marvel Akui Kegagalan Film Reboot Blade yang Tertunda
Rabu / 22-07-2026, 02:36 WIB
Cuaca Ekstrem Ancam Amerika Serikat Bagian Timur Laut dengan Panas dan Banjir
Rabu / 22-07-2026, 02:36 WIB
5 Tips Terbaru Naik Rank Cepat di Free Fire Season Ini
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Auto Booyah! Trik Rahasia Pro Player Free Fire yang Wajib Kamu Tahu
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Berhenti Beli Ponsel Flagship Setelah Sadar Kebutuhan Sebenarnya
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Mengapa Galaxy Z Fold 8 Wide Lebih Menarik daripada Fold 8 Ultra
Rabu / 22-07-2026, 02:35 WIB
Sheriff Ubah Aturan Pengejaran Kendaraan Polisi Metro Las Vegas
Rabu / 22-07-2026, 02:34 WIB
FBI Sita Lebih dari 700 Drone Ilegal Selama Piala Dunia FIFA
Rabu / 22-07-2026, 02:34 WIB
Alix Earle vs. Gigi Gorgeous: Siapa yang Lebih Hot di Bikini?
Rabu / 22-07-2026, 02:34 WIB
Hiu Putih Besar 3 Meter Mendekati Anak-Anak yang Berenang di Pantai California
Rabu / 22-07-2026, 02:29 WIB







