Kemdiktisaintek Bantah Tutup Prodi Tak Relevan, Ini Aturan Resminya
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membantah adanya kebijakan penutupan program studi (prodi) yang dianggap tidak relevan dengan kebutuhan industri.
Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa yang dilakukan bukan penghapusan, melainkan pengembangan substansi kurikulum.
>>> Gizi Pemain Jadi Prioritas, Norwegia Kirim Ikan dan Koki Olimpiade ke Piala Dunia 2026
Brian mencontohkan prodi teknik elektro yang kini diarahkan pada kecerdasan buatan atau robotika agar tetap kompetitif.
Ia menekankan bahwa wacana penutupan prodi untuk mengikuti tren industri tidak masuk dalam agenda kementerian.
Meski demikian, Brian mengakui bahwa sepanjang tahun 2026 terdapat 122 prodi yang resmi ditutup.
Penyebabnya beragam, mulai dari menurunnya jumlah mahasiswa hingga keputusan perguruan tinggi mengganti dengan prodi yang lebih diminati.
>>> Tiga Rahasia di Balik Kejutan Veda Ega Pratama di Moto3 2026
Dua Mekanisme Resmi Penutupan Prodi
Kemdiktisaintek menjelaskan bahwa penutupan prodi harus melalui prosedur resmi. Mengacu pada Permendikbud Nomor 7 Tahun 2020, terdapat dua jalur utama.
- Usulan internal perguruan tinggi: Diajukan oleh badan penyelenggara setelah disetujui senat.
- Sanksi administrasi berat: Pencabutan izin akibat pelanggaran hukum atau regulasi pendidikan.
Setiap usulan dievaluasi mendalam sebelum kementerian menerbitkan Surat Keputusan. Untuk jalur sanksi, dilakukan pemeriksaan menyeluruh terlebih dahulu.
Pasal 27 Permendikbud 7/2020 menyebutkan bahwa penetapan penutupan prodi adalah wewenang menteri berdasarkan pertimbangan matang.
Prosedur meliputi usulan rektor, evaluasi senat akademik dan majelis wali amanat, verifikasi kelayakan, hingga penetapan akhir oleh pimpinan perguruan tinggi.
>>> Kontrak 5 Bulan Layvin Kurzawa: Manajemen Persib Buka Suara Soal Warisan Mentalitas Eropa
Pemerintah memastikan hak mahasiswa dan tenaga pendidik tetap terlindungi selama proses penataan prodi. Langkah ini diambil demi menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang lebih sehat dan relevan.
Update Terbaru
Fary Djemy Francis Prediksi Piala Dunia 2026 Lahirkan Juara Baru
Kamis / 11-06-2026, 23:02 WIB
Timnas U19 Indonesia Tantang Australia pada Semifinal Piala AFF 2026
Kamis / 11-06-2026, 23:02 WIB
Ford Explorer ST Sinister Package: Tampilan Lebih Garang dengan Paket Rp27 Jutaan
Kamis / 11-06-2026, 23:02 WIB
Simulasi Komputer Ungkap Tata Surya Pernah Miliki Dua Planet Raksasa Tambahan
Kamis / 11-06-2026, 23:02 WIB
XLSmart Luncurkan ESTA eco dan ESTA vision untuk Efisiensi Operasional Bisnis
Kamis / 11-06-2026, 23:02 WIB
PT Alia Kreasindo Mandiri Targetkan Transaksi Rp115 Miliar di IIE 2026
Kamis / 11-06-2026, 23:01 WIB
Australia Kalahkan Indonesia 1-0 di Semifinal Piala AFF U-19 2026
Kamis / 11-06-2026, 23:01 WIB
MIND ID Rombak Jajaran Direksi dan Tambah Jabatan Baru
Kamis / 11-06-2026, 23:01 WIB
Thomas Tuchel Izinkan WAGs Timnas Inggris Masuk Hotel Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:53 WIB
Thomas Tuchel Izinkan WAGs Timnas Inggris Masuk Hotel Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:53 WIB
FIFA Tanggapi Pencabutan Tiket Resmi Suporter Iran di Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 22:53 WIB
6 Lokasi Nobar Indonesia vs Australia di Jabodetabek
Kamis / 11-06-2026, 22:53 WIB
Wall Street Menguat Ditopang Saham Semikonduktor di Tengah Risiko Geopolitik
Kamis / 11-06-2026, 22:52 WIB
Timnas U19 Indonesia Gagal ke Final Usai Dikalahkan Australia 0-1
Kamis / 11-06-2026, 22:52 WIB






