Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat bahwa jalur distribusi melalui perbankan atau bancassurance tetap menjadi motor utama pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal pertama 2026.

Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengungkapkan bahwa pendapatan premi dari kanal bancassurance mencapai Rp18,54 triliun.

>>> Rupiah Tembus Rp18.016, Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah RI

Angka ini tumbuh tipis 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp18,53 triliun.

Kontribusi bancassurance terhadap total premi industri mencapai 39,22%, menegaskan dominasinya dibandingkan kanal distribusi lain.

Kinerja Kanal Distribusi Lainnya

Kanal distribusi alternatif menjadi penyumbang terbesar kedua dengan perolehan premi Rp14,44 triliun.

Namun, angka tersebut mengalami kontraksi 2,8% secara tahunan dan menyumbang 30,55% dari total premi.

>>> IHSG Amblas 1,58 Persen, Ini Penyebab Pasar Saham Tertekan

Sementara itu, kanal keagenan mencatatkan pertumbuhan positif 1,2% dengan premi Rp14,29 triliun, berkontribusi 30,23% terhadap industri.

Albertus menekankan bahwa meskipun ada penurunan di kanal alternatif, diversifikasi distribusi tetap penting untuk menjangkau berbagai segmen pasar.

Secara agregat, total pendapatan premi asuransi jiwa pada kuartal I-2026 mencapai Rp47,27 triliun, sedikit turun 0,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

>>> IHSG Masih Melemah Kamis Pagi, Cek 7 Saham Pilihan yang Banyak Dicari

AAJI optimistis terhadap prospek pertumbuhan ke depan dengan fokus pada peningkatan literasi asuransi di masyarakat.