IHSG Amblas 1,58 Persen, Ini Penyebab Pasar Saham Tertekan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mengalami tekanan pada pembukaan perdagangan Kamis (4/6/2026).
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, IHSG tercatat turun 1,58% dari posisi penutupan sebelumnya.
>>> IHSG Masih Melemah Kamis Pagi, Cek 7 Saham Pilihan yang Banyak Dicari
Indeks sempat merosot hingga 3,02% ke level 5.760,33. Padahal, IHSG dibuka di level 5.919,57.
Tekanan jual yang tinggi membuat indeks terperosok lebih dalam. Selama sesi, IHSG sempat menyentuh titik terendah di level 5.873,00.
Kapitalisasi pasar bursa pun menyusut menjadi Rp10.311 triliun. Penurunan ini merupakan kelanjutan dari pelemahan hari sebelumnya yang tercatat anjlok 4,11%.
Investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) hingga hampir Rp1 triliun.
Penyebab Pelemahan IHSG
Sejumlah faktor global menjadi pemicu utama pelemahan pasar domestik. Sentimen negatif datang dari kondisi ekonomi Amerika Serikat dan ketidakpastian geopolitik.
Bursa saham Wall Street anjlok signifikan. Harga minyak dunia juga kembali naik, membebani ekonomi global.
Nilai tukar dolar AS semakin perkasa terhadap mata uang dunia. Data ekonomi AS yang tangguh memicu spekulasi kebijakan moneter ketat.
>>> Safari vs Chrome: Mana Lebih Ngebut dan Hemat Baterai? Cek Perbandingannya di 2026
Faktor-faktor ini menekan instrumen berisiko seperti saham di pasar negara berkembang. Aksi ambil untung oleh investor memperparah kondisi.
Bursa Regional Asia Ikut Tertekan
Mayoritas bursa Asia Pasifik juga bergerak di zona merah. Kospi Korea Selatan turun sekitar 2%, Nikkei 225 Jepang melemah 1,4%.
S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,84%, dan Topix Jepang menurun 0,91%. Namun, Kosdaq Korea Selatan justru tumbuh di atas 2%.
Respon Pemerintah
Pemerintah berupaya meyakinkan lembaga internasional mengenai stabilitas ekonomi. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Standard & Poor's (S&P) Global.
Pertemuan membahas prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko eksternal. Airlangga menegaskan fundamental ekonomi domestik masih tangguh.
Stabilitas tercipta berkat sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang terukur. Konsumsi masyarakat dan kinerja ekspor masih positif.
>>> Bansos PKH dan BPNT Mei 2026 Cair di Himbara, Cek Nama Anda Sekarang!
Inflasi nasional tetap terkendali. Program hilirisasi industri mulai membuahkan hasil dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi.
Update Terbaru
Ford Disetujui Pekerja Kanada, Produksi V8 Ditingkatkan
Rabu / 22-07-2026, 00:43 WIB
VW Peringatkan 140.000 Pekerjaan Terancam, Termasuk Penutupan Pabrik
Rabu / 22-07-2026, 00:43 WIB
Ledakan Grand Polonia Medan: Dua Korban Tewas Berhasil Ditemukan
Rabu / 22-07-2026, 00:42 WIB
Tim Panahan Indonesia Minta Masseur Khusus di Asian Games 2026
Rabu / 22-07-2026, 00:42 WIB
Prabowo Lantik Taruna Akmil-Akpol di Istana Besok Pagi
Rabu / 22-07-2026, 00:42 WIB
Anjing Husky Dibacok di Bekasi, Polisi Terjunkan Unit K9
Rabu / 22-07-2026, 00:42 WIB
LEGO One Piece: Teaser Perlihatkan Cuplikan Spesial Animasi Dua Bagian Netflix
Rabu / 22-07-2026, 00:42 WIB
Fullmetal Alchemist: Brotherhood Rilis Dubbing Hindi, Tamil, Telugu di Crunchyroll India
Rabu / 22-07-2026, 00:42 WIB
Satgas PRR Minta Pemda Proaktif Siapkan Lahan dan Infrastruktur Huntap
Rabu / 22-07-2026, 00:40 WIB
Yamal Olok-olok Aksi Brutal Paredes di Parade Juara Piala Dunia 2026
Rabu / 22-07-2026, 00:40 WIB
10 Cara Mengenali Orang yang Stabil Secara Emosional Lewat Percakapan
Rabu / 22-07-2026, 00:39 WIB
Menkeu Purbaya: Jangan Lihat Perusahaan Bangkrut Saat Ekonomi Tumbuh 5%
Rabu / 22-07-2026, 00:39 WIB
Kento Nakajima Rilis 'ONIGOTO' sebagai Lagu Pembuka The Elusive Samurai Season 2
Rabu / 22-07-2026, 00:39 WIB
The First Descendant Season 4 Hadirkan Farming Lebih Efisien dengan Hadiah Massal
Rabu / 22-07-2026, 00:39 WIB







