Bengkel spesialis Domo Hybrid EV di Kelapa Gading, Jakarta Utara, menawarkan solusi perbaikan baterai mobil hybrid secara eceran per sel atau modul.

Langkah ini bertujuan menekan biaya perbaikan bagi pemilik kendaraan.

>>> Pengguna Suzuki S-Presso Ungkap Biaya Kepemilikan yang Ringkas

Kepala Teknisi Domo Hybrid EV, Yogig Pramono, menjelaskan bahwa baterai mobil hybrid terdiri dari banyak sel yang bekerja bersama.

Pengecekan mendalam dilakukan sebelum perbaikan.

"Kalau untuk penggantian baterai, mobil yang sering ke sini seperti Camry Hybrid. Untuk baterai Toyota itu hampir sama semua.

Kalau ada kerusakan, biasanya kita gantinya per sel atau per modul," ujar Yogig.

Bengkel menyediakan opsi komponen bekas atau copotan dengan kondisi State of Health di atas 80 persen.

Harga sel bekas Rp 1,2 juta per sel, belum termasuk jasa pemasangan, dengan garansi tiga bulan.

Total biaya tergantung jumlah sel yang rusak. Sebagai gambaran, satu unit Toyota Camry Hybrid memiliki 34 sel baterai dalam satu paket.

>>> Wuling Mulai Kirim Ratusan Unit Eksion ke Konsumen Indonesia

Proses pengerjaan meliputi pengujian voltase untuk memastikan keseimbangan tegangan antar-sel. Toleransi perbedaan maksimal 0,5 volt.

"Nanti yang sel lainnya kita tes dulu. Kita cek voltase sebelum dan sesudah penggantian, sudah balance atau belum.

Karena toleransi voltase itu sekitar 0,5 volt," kata Yogig.

Daya tahan komponen copotan diklaim cukup lama jika sel baru memiliki selisih tegangan tipis.

"Kalau setelah dicek perbedaan voltasenya sekitar 0,2 volt atau kurang dari 0,5 volt, biasanya bisa tahan dua sampai tiga tahun," ujarnya.

Selain komponen bekas, bengkel juga menyediakan sel baterai baru dengan harga sekitar Rp 2 juta per sel.

>>> Desainer Profesional Kritik Eksterior Mobil Listrik Ferrari Luce

Metode perbaikan per sel ini memberikan fleksibilitas pembiayaan bagi pemilik mobil hybrid lama, sehingga mereka tidak perlu membayar puluhan juta rupiah jika kerusakan belum meluas.