Pemilik motor listrik kerap menganggap kendaraannya tidak memerlukan perawatan karena tidak memiliki mesin pembakaran internal. Anggapan itu keliru karena motor listrik tetap membutuhkan servis berkala.

Muhlasin, pemilik bengkel spesialis motor listrik EV Solution di Pondok Aren, Tangerang Selatan, menegaskan bahwa perawatan rutin sangat penting.

>>> 5 Kopitiam Nyaman dan Populer di Jakarta Barat

"Sebenarnya perlu servis berkala, karena ini barang bergerak, bukan barang diam seperti TV. Pasti ada servis rutinnya," ujarnya.

Menurut Muhlasin, beberapa pabrikan sudah memiliki petunjuk pengecekan pengereman, komstir, kondisi baterai, serta soket dan kabel. Masalah perkabelan menjadi sangat vital pada kendaraan listrik.

BLDC juga perlu perawatan rutin seperti penggantian seal.

Komponen yang Perlu Diperiksa

Kesalahan fatal yang sering terjadi adalah pengguna mengabaikan komponen lain hanya karena motor tidak memerlukan oli mesin. Padahal, pengereman, roda, instalasi kabel, dan motor penggerak tetap wajib diperiksa.

Brushless DC Motor (BLDC) menjadi komponen utama yang membutuhkan pengawasan ekstra. Komponen ini dilengkapi seal khusus yang melindungi dari air dan kotoran.

>>> Mengenal Future Faking, Tren Kencan Manipulatif yang Memberi Harapan Palsu

"Di as roda, ada komponen seal yang memiliki umur. Kalau sudah keras, air bisa masuk ke BLDC," jelas Muhlasin.

Selain BLDC, soket, kabel, dan konektor juga wajib diperiksa. Kendala kelistrikan pada motor listrik umumnya dipicu oleh sambungan kabel longgar, korosi, atau paparan air.

Pemeriksaan berkala dapat mendeteksi kerusakan dini sebelum biaya perbaikan membengkak.

Interval Servis yang Disarankan

Mayoritas produsen motor listrik belum menetapkan standar interval servis seragam. Oleh karena itu, bengkel spesialis memberikan panduan sesuai intensitas pemakaian.

Muhlasin merekomendasikan pengecekan menyeluruh minimal setiap enam bulan sekali. Namun, untuk motor dengan mobilitas tinggi seperti ojek online, servis sebaiknya dilakukan setiap bulan.

>>> Keanu Agl Bantah Terlibat Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel

"Kalau cuma buat emak-emak ke pasar atau sekolah, bolehlah 6 bulan sekali," katanya.