Kamus hubungan percintaan kembali bertambah dengan istilah baru. Setelah fenomena ghosting dan breadcrumbing, kini muncul future faking yang dinilai sebagai tanda bahaya dalam hubungan asmara.

Future faking adalah kondisi saat seseorang terus-menerus membicarakan rencana masa depan bersama pasangannya, namun sebenarnya tidak berniat mewujudkannya.

>>> Keanu Agl Bantah Terlibat Kasus Dugaan Penipuan Hanania Travel

Pelaku kerap menebar janji manis seperti ajakan menikah atau membangun keluarga.

Ciri-Ciri Future Faking

Sikap manis ini pada awalnya terkesan romantis dan membuat pasangan merasa sangat dihargai. Banyak orang menjadi yakin dan berkomitmen serius karena mempercayai rencana-rencana yang telah dirancang bersama.

Namun seiring waktu, janji-janji tersebut hanya menjadi ucapan belaka. Tidak ada tindakan nyata untuk merealisasikan apa yang sudah direncanakan.

Perbedaan mendasar future faking dengan bentuk manipulasi lainnya terletak pada cara pelaku mempermainkan harapan.

Korban bertahan karena percaya pada masa depan yang dijanjikan, bukan karena hubungan berkembang dengan baik.

>>> Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 10 - 14 Juni 2026

Pelaku umumnya sangat lihai membuat pasangannya merasa istimewa. Meskipun hubungan masih baru, mereka sudah berani mendiskusikan rencana besar seperti rumah impian hingga pernikahan.

Menurut Psychology Today, ada beberapa indikasi yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah pasangan yang sangat sering mengumbar janji namun hampir tidak pernah menepatinya.

Mereka juga cenderung menghindar saat diajak berdiskusi lebih mendalam mengenai waktu dan cara mewujudkan rencana. Ketika dituntut kepastian, pelaku sering berbalik menyalahkan pasangan dengan dalih terlalu banyak menuntut.

Korban manipulasi ini kerap terjebak dalam fase penantian yang tidak berujung.

>>> Daftar Program ANTV Rabu, 10 Juni 2026 Ada Mega Bollywood Yodha, Antara Cinta dan Dusta, Doriyaann, Series Thanak, Sayali, Vasudha, Teri Meri serta Link Nonton

Fokus pada tindakan nyata menjadi penting untuk menilai keseriusan pasangan, karena komitmen asli selalu ditunjukkan melalui langkah konkret, bukan sekadar kata-kata.