Desainer otomotif profesional mengkritik desain eksterior Ferrari Luce. Mobil listrik pertama Ferrari itu dinilai kurang proporsional dan belum merepresentasikan karakter khas pabrikan.

Ferrari Luce diperkenalkan pada Mei 2026. Kritik datang dari Alexey Semenov, desainer yang pernah terlibat dalam pengembangan berbagai model kendaraan global.

>>> SIM Digital Resmi Diluncurkan, Bisa Dipakai Tanpa Kartu Fisik

Semenov mengidentifikasi benturan antara prinsip desain produk industri dan desain otomotif. Bodi Luce cenderung pendek, sempit, dan tinggi.

Sektor roda juga menjadi perhatian.

Pelek berukuran 23 inci di depan dan 24 inci di belakang dengan desain aerodinamis dua warna justru memicu ilusi visual yang memperkecil ukuran aslinya.

"Secara visual ukurannya justru terlihat seperti pelek 14 hingga 15 inci," ujar Alexey Semenov.

Bagian buritan mobil tampak terlalu lebar dan padat. Transisi garis atap kurang mulus menuju ke belakang.

>>> Nissan Berencana Produksi Mobil Chery di Pabrik Inggris

Karakteristik eksterior Luce secara menyeluruh dinilai terlalu konservatif.

Berbeda dengan interior kabin yang justru mendapat apresiasi positif karena tampil modern, konsisten, dan memiliki kualitas eksekusi matang.

"Potensi tersebut terasa belum dimanfaatkan sepenuhnya.

Hasil akhirnya membuat Luce berada di tengah-tengah, tidak benar-benar mewakili salah satu pendekatan desain secara utuh," kata Semenov.

Meskipun tata letak komponen dan material interior Luce menunjukkan filosofi yang jelas, kesesuaian konsep tersebut dengan identitas kendaraan sport eksklusif masih dipertanyakan.

>>> Dealer BMW Minta Markup Rp400 Juta untuk M3 CS Manual

"Jika melihat warisan desain Ferrari selama puluhan tahun, Luce adalah sebuah peluang yang belum dimanfaatkan secara maksimal," ujar Alexey Semenov.