Badai PHK Sektor Tambang 2026: Imbas Kuota Produksi Dipangkas Mengejutkan Pekerja
Sektor pertambangan Indonesia menghadapi tekanan besar akibat pemangkasan kuota produksi mineral dan batu bara (minerba) pada tahun 2026.
Kebijakan yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) ini memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan.
>>> Aturan Baru PPh Final UMKM 2026: Modus Pecah Usaha Resmi Dilarang Pemerintah
Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) mengonfirmasi bahwa pengurangan operasional berdampak langsung pada tenaga kerja.
Sektor nikel dan batu bara menjadi lini bisnis yang paling terdampak oleh kebijakan efisiensi produksi tersebut.
Dampak Pemangkasan Produksi Terhadap Karyawan
Ketua Dewan Penasehat Perhapi, Rizal Kasli, menyatakan bahwa fenomena PHK sudah mulai terjadi secara riil di lapangan.
Pihaknya masih melakukan pendataan lebih mendalam untuk mengetahui angka pasti pekerja yang terdampak.
Rizal menekankan pentingnya penelitian langsung ke perusahaan-perusahaan tambang yang terdampak masalah RKAB ini. Langkah tersebut diperlukan untuk memahami skala dampak sosial dan ekonomi dari pengurangan kuota produksi nasional.
Potensi risiko pengangguran dan operasional di sektor jasa tambang meliputi:
- Potensi PHK mencapai minimal 50.000 tenaga kerja di sektor industri jasa pertambangan.
- Sekitar 10.000 hingga 20.000 unit alat berat terancam berhenti beroperasi atau mangkrak.
- Penurunan drastis volume produksi batu bara dan nikel di tingkat nasional.
- Efek domino pada perusahaan kontraktor jasa tambang besar maupun kecil.
Estimasi tersebut didasarkan pada perbandingan kapasitas produksi perusahaan jasa tambang besar.
>>> Rupiah Bergejolak, Ini 5 Aset Aman Paling Dicari Investor di Tahun 2026
Jika kuota produksi nasional turun signifikan, maka kebutuhan sumber daya manusia dan alat berat otomatis akan berkurang tajam.
Proyeksi Pengurangan Target Produksi Pemerintah
Ketua Bidang Hubungan Industri Perhapi, Ardhi Ishak Koesen, memberikan ilustrasi dampak pemangkasan melalui kapasitas produksi perusahaan besar.
Update Terbaru
Roy Keane Kritik Gaya Bermain Harry Kane: Terlalu Sering Turun ke Belakang
Minggu / 07-06-2026, 23:58 WIB
Chelsea Dekati Agen Dusan Vlahovic Jelang Bursa Transfer Musim Panas 2026
Minggu / 07-06-2026, 23:53 WIB
Charles Leclerc Gagal Finis di GP Monako Akibat Kerusakan Rem
Minggu / 07-06-2026, 23:43 WIB
Kim Jong Un Bersiap Sambut Kunjungan Xi Jinping di Pyongyang
Minggu / 07-06-2026, 23:40 WIB
Jordan Pickford Puji Debut Rio Ngumoha di Timnas Inggris
Minggu / 07-06-2026, 23:40 WIB
Timnas Indonesia U19 Pastikan Tiket Semifinal Piala AFF U19 2026
Minggu / 07-06-2026, 23:39 WIB
Timnas Indonesia U-19 Kalahkan Vietnam 2-1, Lolos ke Semifinal Piala AFF
Minggu / 07-06-2026, 23:38 WIB
Timnas Indonesia U-19 Tekuk Vietnam, Pastikan Tiket Semifinal Piala AFF
Minggu / 07-06-2026, 23:36 WIB
Mobil Unik Chrysler New Yorker 1959 dengan Atap Geser Mirip Pickup Dilelang
Minggu / 07-06-2026, 23:36 WIB
UKSW Kalahkan Institut Perbanas pada Pembukaan Campus League 2026
Minggu / 07-06-2026, 23:36 WIB
APBI Minta Pemerintah Hati-hati Rancang Skema Gross Split Minerba
Minggu / 07-06-2026, 23:33 WIB
Kimi Antonelli Menangi F1 GP Monako 2026 yang Diwarnai Hujan Penalti
Minggu / 07-06-2026, 23:33 WIB
Timnas U19 Indonesia Kalahkan Vietnam, Lolos ke Semifinal Piala AFF U19 2026
Minggu / 07-06-2026, 23:32 WIB
Pep Guardiola Akui Kagumi Kinerja Hansi Flick di Barcelona
Minggu / 07-06-2026, 23:32 WIB






