Manajemen Grab Indonesia secara resmi menanggapi isu yang beredar luas mengenai rencana perusahaan untuk menghentikan operasionalnya di tanah air.

Kabar tersebut langsung dibantah oleh pihak perusahaan yang menegaskan komitmen jangka panjang mereka di pasar Indonesia.

>>> RUU P2SK Resmi Atur Danantara Bisa Terbitkan Surat Utang Khusus di 2026

Isu mengenai hengkangnya layanan ride-hailing raksasa ini dipastikan sebagai informasi yang tidak berdasar atau tidak benar.

Pihak manajemen menekankan bahwa Indonesia tetap menjadi bagian fundamental dari strategi bisnis global mereka.

CEO Grab Indonesia Tegaskan Komitmen Perusahaan

Neneng Goenadi selaku CEO Grab Indonesia memberikan pernyataan tegas guna meredam spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat dan mitra.

Ia menyatakan bahwa informasi yang menyebut Grab akan meninggalkan pasar Indonesia adalah sebuah kekeliruan besar.

Menurut Neneng, Indonesia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai salah satu ekosistem paling vital bagi pertumbuhan Grab secara keseluruhan.

Hubungan yang telah terjalin selama lebih dari sepuluh tahun menjadi landasan kuat bagi perusahaan untuk terus bertahan.

Pernyataan resmi dari pimpinan tertinggi Grab Indonesia terkait isu operasional tersebut:

  • Grab menegaskan bahwa segala bentuk rumor mengenai rencana keluar dari Indonesia adalah kabar yang tidak benar.
  • Perusahaan senantiasa menjunjung tinggi serta menghormati setiap arahan dan kebijakan yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
  • Grab berkomitmen untuk terus berjalan selaras dengan agenda nasional, khususnya dalam memperkuat ekonomi digital kerakyatan yang bersifat inklusif.
  • Investasi dan pengembangan layanan akan terus dilanjutkan demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia.

Penjelasan di atas menegaskan bahwa operasional Grab tetap berjalan normal dan fokus pada penguatan ekosistem digital nasional.