Dari sisi harga konsumen, inflasi pada Mei 2026 tercatat naik ke level 3,08 persen. Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan harga komoditas pangan di berbagai wilayah.

Jika dibandingkan dengan Mei 2025 yang sebesar 1,60 persen, inflasi saat ini lebih tinggi. Namun, DJSEF menilai perkembangan harga tersebut masih dalam kategori terkendali.

Langkah Strategis Pemerintah dalam Menjaga Daya Beli

Pemerintah menyiapkan berbagai strategi untuk meredam inflasi agar tidak membebani masyarakat. Fokus utamanya adalah memastikan akses pangan tetap mudah dijangkau.

Langkah antisipasi juga diarahkan untuk menghadapi dampak ketidakpastian global, terutama fluktuasi harga minyak mentah. Kenaikan harga energi diwaspadai agar tidak memberikan efek domino besar.

Berikut kebijakan konkret yang dijalankan pemerintah:

  • Operasi Pasar: intervensi harga bahan pokok secara rutin.
  • Distribusi Pangan: memperketat pengawasan jalur distribusi.
  • Subsidi Energi: memastikan harga BBM bersubsidi tetap terjangkau.
  • Stimulus Transportasi: diskon tiket pesawat selama libur sekolah.
  • Dukungan Fiskal: insentif ekonomi untuk sektor riil.

Serangkaian kebijakan tersebut diharapkan mempertahankan konsumsi rumah tangga sebagai motor penggerak ekonomi. Pemerintah meyakini target pertumbuhan nasional akan lebih mudah tercapai dengan menjaga daya beli.

>>> AS Ancam Tarif Impor 10 Persen ke RI, Isu Kerja Paksa Jadi Sorotan

DJSEF menambahkan bahwa momentum liburan sekolah akan dimanfaatkan untuk memaksimalkan program stimulus. Pemerintah ingin memastikan masyarakat memiliki ruang finansial untuk beraktivitas dan menggerakkan sektor pariwisata.