AS Ancam Tarif Impor 10 Persen ke RI, Isu Kerja Paksa Jadi Sorotan
Pemerintah Amerika Serikat secara resmi mengusulkan pengenaan tarif tambahan sebesar 10 persen bagi sejumlah produk impor asal Indonesia.
Langkah ini diambil setelah Washington meluncurkan investigasi mendalam terkait isu perdagangan global.
>>> Cara Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026
Keputusan tersebut dipicu oleh penilaian otoritas AS yang menganggap Indonesia belum maksimal dalam mencegah peredaran barang hasil kerja paksa.
Washington menilai kegagalan pengawasan ini berdampak buruk pada persaingan pasar di dalam negeri mereka.
Usulan Tarif Berdasarkan Section 301
Berdasarkan laporan Reuters pada Rabu (3/6), Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) merilis usulan bea masuk tambahan tersebut.
Kebijakan ini menyasar 60 negara dan kawasan ekonomi dengan rentang tarif antara 10 persen hingga 12,5 persen.
Indonesia kini berada dalam daftar negara yang terancam terkena tambahan tarif sebesar 10 persen.
Posisi ini menempatkan Indonesia sejajar dengan negara-negara besar lain seperti Uni Eropa, Kanada, Meksiko, dan Inggris.
Berikut daftar negara dan kawasan yang masuk dalam usulan tarif tambahan 10 persen:
- Indonesia dan Malaysia
- Uni Eropa dan Inggris
- Kanada dan Meksiko
- Pakistan, Bangladesh, dan Kamboja
- Taiwan dan beberapa negara lainnya
Pengenaan tarif ini merupakan hasil investigasi formal berdasarkan Section 301 mengenai praktik perdagangan yang dinilai tidak adil.
USTR menganggap regulasi di negara-negara tersebut belum efektif membendung barang dari kerja paksa masuk ke rantai pasok global.
Pernyataan Perwakilan Dagang AS
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menyatakan bahwa kegagalan mitra dagang dalam mengatasi masalah kerja paksa tidak bisa ditoleransi.
Menurutnya, kondisi tersebut merugikan tenaga kerja di Amerika Serikat secara langsung.
Greer menegaskan bahwa situasi ini memaksa para pekerja Amerika untuk bersaing dalam kondisi pasar global yang tidak setara.
Update Terbaru
Enam Negara Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Ini Daftarnya
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
Hanya Lamine Yamal yang Dipeluk Raja Spanyol saat Timnas Sowan ke Istana
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
PGN Tak Temukan Indikasi Kebocoran Gas di Lokasi Ledakan Rumah Medan
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
Trump Tantang Mamdani: Netanyahu Tak Akan Ditangkap Selama Ada di AS
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
Kemenperin Buka Suara soal Serbuan Kendaraan Niaga CBU Murah
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
Saksi Ungkap Detik-detik Ledakan di Rumah Mewah Grand Polonia Medan
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
FIGC Kirim Maldini dan Leonardo Rayu Guardiola untuk Latih Timnas Italia
Selasa / 21-07-2026, 08:28 WIB
15 Kalimat Afirmasi Positif untuk Bangun Percaya Diri Anak
Selasa / 21-07-2026, 08:24 WIB
Alasan Messi Tak Ikut Pulang Kampung Bersama Timnas Argentina
Selasa / 21-07-2026, 08:23 WIB
Harga Minyak Tembus US$90 Lagi, Dampak ke RI Lebih Berat
Selasa / 21-07-2026, 08:23 WIB
Oppo Find X10 Series Direvisi, Pro Max Berpotensi Gantikan Varian Ultra
Selasa / 21-07-2026, 08:21 WIB
Alasan Sebenarnya Crazy Rich Dunia Tak Wariskan Harta ke Anak
Selasa / 21-07-2026, 08:21 WIB
Trailer Resmi Avengers Doomsday Tayang, Superhero Marvel Berkumpul
Selasa / 21-07-2026, 08:21 WIB
Keuangan Makin Bersinar, 5 Shio Ini Diprediksi Penuh Keberuntungan 21 Juli 2026
Selasa / 21-07-2026, 08:21 WIB







