Ekonomi Indonesia Tetap Stabil di 2026, Kemenkeu Ungkap 5 Indikator Resminya
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan perekonomian Indonesia tetap berada di jalur stabil pada 2026. Kepastian ini didukung oleh sejumlah indikator kunci yang menunjukkan performa positif.
Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF) Kemenkeu menyoroti tingkat inflasi yang terkendali sebagai fondasi utama.
>>> Kejagung Tetapkan Dadan Hindayana Tersangka Korupsi MBG 2026
Selain itu, kebangkitan indeks manufaktur dan surplus neraca perdagangan menjadi bukti daya tahan ekonomi.
Melalui keterangan resmi pada Rabu (3/6/2026), DJSEF menegaskan komitmen pemerintah menjaga stabilitas dengan kebijakan terukur. Langkah-langkah yang diambil bersifat responsif dan antisipatif terhadap perubahan pasar.
Indikator Pertumbuhan di Kuartal II/2026
Memasuki kuartal kedua 2026, beberapa data ekonomi mencerminkan prospek nasional yang menjanjikan. Salah satu yang menonjol adalah kembalinya aktivitas manufaktur ke zona ekspansi.
Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur Indonesia tercatat naik ke level 50,0 pada Mei 2026.
Angka ini menunjukkan pemulihan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level kontraksi 49,1.
Pencapaian Indonesia terlihat kompetitif jika dibandingkan dengan negara lain. Berikut perbandingan PMI Manufaktur berbagai negara pada Mei 2026:
- Taiwan: 56,1 (ekspansi)
- Amerika Serikat: 55,1
- India: 55,0
- Korea Selatan: 54,8
- Jepang: 54,5
- Malaysia: 49,9 (kontraksi)
- Prancis: 49,7 (kontraksi)
- Myanmar: 49,3 (kontraksi)
Data tersebut menunjukkan posisi Indonesia yang kembali stabil di batas ekspansi. Sementara beberapa negara tetangga dan Eropa masih berjuang menghadapi kontraksi industri.
Kondisi Neraca Perdagangan dan Laju Inflasi
Ketahanan ekonomi juga tercermin dari performa ekspor yang menjaga surplus neraca perdagangan. Hingga April 2026, nilai ekspor masih lebih tinggi dibandingkan impor.
>>> Rupiah Melemah, Bisnis Trade Finance Perbankan 2026 Terbukti Tetap Tangguh
Meski tetap surplus, besaran surplus menyusut menjadi US$81,9 juta pada April 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai US$160 juta.
Update Terbaru
Kejari Kota Bandung Hentikan Penyidikan Kasus Korupsi Wakil Wali Kota
Rabu / 03-06-2026, 19:40 WIB
Alex Marquez Resmi Absen di MotoGP Italia dan Hungaria 2026
Rabu / 03-06-2026, 19:40 WIB
Intip Daftar Lini Depan Timnas Indonesia vs Oman dan Mozambik, Banyak Opsi Mengejutkan
Rabu / 03-06-2026, 19:40 WIB
Jetour Optimistis Penjualan Mobil SUV T1 i&DM Lampaui Target Kuota Awal
Rabu / 03-06-2026, 19:35 WIB
Phil Collins Beri Sinyal Kembali ke Dunia Musik, Penggemar Sambut Antusias Tahun 2026
Rabu / 03-06-2026, 19:35 WIB
Sinopsis Knives Out: Aksi Daniel Craig Ungkap Kasus Mengejutkan Malam Ini di Trans TV
Rabu / 03-06-2026, 19:35 WIB
Phil Collins Belum Tutup Pintu dari Musik Meski Pensiun
Rabu / 03-06-2026, 19:30 WIB
Danantara Bakal Bentuk Holding Baru 2026, Resmi Jadi Alat Fiskal Strategis
Rabu / 03-06-2026, 19:30 WIB
Hasil MPL ID S17: Bigetron Alpha Menang Telak, EVOS Glory Terpuruk di Tren Negatif 2026
Rabu / 03-06-2026, 19:30 WIB
Xiaomi Kembangkan Fitur Layar Privasi untuk Saingi Samsung Galaxy S26 Ultra
Rabu / 03-06-2026, 19:25 WIB
DPR dan Pemerintah Resmi Bentuk Satgas Pinjol Ilegal dan Judi Online di RUU P2SK
Rabu / 03-06-2026, 19:25 WIB
Rupiah Tembus Rp17.966 per Dolar AS, BI Terapkan Strategi Baru
Rabu / 03-06-2026, 19:25 WIB
Toyota Uji Coba Prototipe Pickup Corolla Cross di Brasil
Rabu / 03-06-2026, 19:20 WIB
Cara Cek Desil Bansos 2026 Online: Panduan Mudah dan Cepat
Rabu / 03-06-2026, 19:20 WIB






