Pelemahan nilai tukar rupiah tidak menghalangi pertumbuhan bisnis trade finance perbankan. Beberapa bank justru mencatatkan kenaikan signifikan pada pembiayaan perdagangan.

Per Rabu (3/6/2026), rupiah berada di posisi Rp17.967 per dolar AS.

>>> AS Ancam Tarif Impor 10 Persen ke RI, Isu Kerja Paksa Jadi Sorotan

Trade finance merupakan layanan bank untuk membiayai dan menjamin transaksi perdagangan, baik domestik maupun internasional.

Bank Danamon Catat Pertumbuhan

Direktur PT Bank Danamon Tbk, Herry Hykmanto, mengungkapkan bahwa lemahnya rupiah menantang bisnis impor. Namun, pembiayaan ekspor justru meningkat.

Bisnis trade finance Bank Danamon tetap tumbuh pada April 2026. Hal ini berkat kuatnya pembiayaan ekspor-impor.

"Volatilitas rupiah mempengaruhi biaya impor, namun menciptakan peluang untuk ekspor," ujar Herry pada Kontan, Rabu (1/6/2026).

Total kredit dan trade finance konsolidasi Bank Danamon mencapai Rp216,2 triliun pada kuartal I-2026. Angka ini naik 9% secara tahunan.

Herry optimistis trade finance akan terus tumbuh positif hingga akhir 2026. Dukungan jaringan grup MUFG internasional menjadi salah satu faktor pendorong.

>>> Cara Cek Status Penerima Bansos PKH dan BPNT Tahap 2 2026

Bank DBS Indonesia Solid

PT Bank DBS Indonesia juga mencatat pertumbuhan bisnis trade finance. Plt Head of Global Transaction Services, Stephanie Chandrawinata, menyatakan bahwa trade finance mereka tetap solid.

"Peningkatan ini didorong oleh peningkatan penggunaan oleh nasabah serta akuisisi nasabah baru," ungkap Stephanie.

Hingga April 2026, kredit trade finance Bank DBS mencapai sekitar Rp10 triliun. Angka ini naik 22% secara tahunan.

Stephanie yakin bisnis trade finance akan terus tumbuh kuat hingga akhir tahun. "Bank tetap menargetkan peningkatan kredit trade finance sambil menjaga kualitas kredit," katanya.

BCA Optimis

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) juga menargetkan pertumbuhan positif untuk bisnis trade finance tahun ini. Meskipun ada tantangan dari pelemahan rupiah, BCA tetap optimis.

EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Heryn, menyatakan bahwa BCA akan fokus pada profil risiko di setiap sektor trade finance.

>>> Aturan Baru PPDB SMP Banyumas 2026: Zonasi dan Prestasi Berubah

"BCA akan terus memaksimalkan layanan trade finance untuk mendukung aktivitas perdagangan nasabah baik domestik maupun internasional," ujarnya.