Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mematangkan rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung sebagai bandara komersial.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengoptimalkan sejumlah bandara di Indonesia.

>>> Waspada, Ini Dampak Mengejutkan Video Pendek bagi Otak Anak di 2026

Salah satu fokus utama adalah penataan kawasan di sekitar bandara yang berada di pusat kota.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan bahwa manajemen lalu lintas menjadi perhatian penting untuk mencegah kemacetan baru.

Komunikasi awal dengan Kementerian Perhubungan telah dilakukan. Pertemuan teknis lebih lanjut dijadwalkan pada pertengahan Juni 2026 untuk membahas kebijakan strategis tersebut.

>>> Premi Asuransi Jiwa 2026 Mulai Rp50.000, Resmi OJK dan Terjangkau

"Reaktivasi sudah kita komunikasikan dengan Kementerian Perhubungan, kita tinggal melakukan langkah penataan termasuk mengatur alur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan baru," kata Dedi.

Rencana ini juga berdampak pada Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Sejak sebagian besar penerbangan jet dialihkan ke Kertajati pada 2023, perkembangannya belum sesuai target.

Pemprov mengisyaratkan perubahan fungsi menyeluruh bagi Kertajati jika Bandara Husein kembali beroperasi komersial. "Ya Kertajati mungkin tidak diaktifkan lagi untuk bandara komersial.

>>> BTN Antisipasi Lonjakan Risiko Kredit Akibat Kenaikan Suku Bunga

Makanya kita nanti tunggu hasil pembicaraan dengan Kementerian Perhubungan di pertengahan Juni," ujar Dedi.