Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat pertumbuhan positif pada produk unitlink di kuartal pertama 2026.

Pendapatan premi dari sektor ini mencapai Rp17,17 triliun.

>>> Indonesia Impor 2,5 Ton Emas pada April 2026, Australia Jadi Pemasok Utama

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo menyampaikan hal itu dalam konferensi pers di Jakarta Selatan pada Selasa, 2 Juni 2026.

Pertumbuhan Premi Unitlink

Premi unitlink tumbuh 4,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Produk ini menyumbang 36,32% terhadap total pendapatan premi industri asuransi jiwa nasional.

Secara keseluruhan, total pendapatan premi industri asuransi jiwa pada kuartal I-2026 mencapai Rp47,27 triliun.

Albertus menjelaskan bahwa produk unitlink diminati oleh nasabah yang memiliki pemahaman investasi lebih dalam.

Mereka siap mengelola portofolio keuangan secara dinamis.

Risiko investasi sepenuhnya berada di tangan nasabah, sebanding dengan potensi kenaikan nilai investasi.

>>> Update No Man's Sky Xeno Arena: Kini Bisa Tangkap dan Battle Monster Mirip Pokémon!

Kinerja Produk Tradisional

Berbeda dengan unitlink, produk asuransi jiwa tradisional mengalami penurunan tipis.

Pendapatan premi produk tradisional tercatat Rp30,10 triliun, turun 2,9% year-on-year.

Meski menurun, produk tradisional masih mendominasi dengan kontribusi 63,67% terhadap total premi.

Albertus menekankan bahwa produk tradisional tetap menjadi kontributor utama industri.

Mayoritas masyarakat masih mengutamakan proteksi dasar dalam perencanaan keuangan.

Ia berharap kedua jenis produk dapat tumbuh beriringan di masa depan.

>>> PLN Resmikan Laboratorium Konversi Motor Listrik di SMK Bhakti Kudus

Edukasi berkelanjutan diharapkan memperkuat daya tahan industri asuransi jiwa nasional.