Keluarga Nolan Wells mungkin belum yakin bahwa remaja 18 tahun itu tenggelam di perairan Horn Island. Namun, warga setempat justru tidak terkejut dengan kabar tersebut.

Menurut laporan NBC News, sejumlah orang yang rutin mengunjungi area itu berbicara secara anonim karena sorotan media yang intens.

>>> Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026: Rice Jadi Kapten, Kane dan Dembele Dicadangkan

Seorang operator perahu menggambarkan betapa berbahayanya arus di sana.

"Saya kenal orang-orang yang tumbuh besar di sana dan meninggal di sana. Arus bisa merendahkan Anda dengan cepat.

Tidak peduli seberapa bugar Anda, arus bisa menyeret Anda sebelum Anda sadar," ujarnya.

Pengacara keluarga Wells, Ben Crump, sebelumnya menyatakan kecil kemungkinan Nolan tenggelam karena ia bisa berenang. Namun, operator perahu itu menegaskan kemampuan berenang tidak menjamin keselamatan.

>>> Ahli Ingatkan Tak Perlu Terobsesi Tidur 8 Jam Tiap Malam, Kenapa?

NBC News juga mewawancarai orang-orang yang menjelaskan budaya liburan akhir pekan di Horn Island. Wisatawan sering bertemu kelompok lain dan pulang bersama teman yang berbeda.

Hal ini bisa menjelaskan mengapa Nolan memilih bertahan di Horn Island pada pukul 3 sore tanggal 4 Juli, alih-alih kembali bersama rombongan awalnya.

Mereka juga membawa ponselnya, yang menurut wajar karena tempat aman dan kering saat berenang.

Nolan ditemukan tewas pada 6 Juli. Otoritas setempat meyakini ia tenggelam, meski penyelidikan masih berlanjut.

>>> Declan Rice Cetak Gol Cepat, Inggris Ungguli Prancis di Menit Ketiga

Crump dan keluarga Wells mendorong penyelidikan independen. Mereka tidak mempercayai otoritas Mississippi karena sejarah rasial di wilayah Selatan.