Ketua Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), Putrama Wahju Setyawan, menyoroti rendahnya rasio penyaluran kredit terhadap perekonomian Indonesia.

Saat ini, perbandingan total kredit dengan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional baru mencapai 32 persen.

>>> Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan, Cek Rincian Harga Terbaru Juni 2026

Angka tersebut tertinggal jauh dari negara tetangga di Asia Tenggara. Posisi Indonesia masih di bawah Thailand, Malaysia, Singapura, hingga Vietnam dalam hal kedalaman pasar kredit.

Pentingnya Konsolidasi Perbankan Nasional

Putrama menilai industri perbankan nasional masih memiliki ruang luas untuk berkembang. Salah satu langkah strategis yang diusulkan adalah konsolidasi antarlembaga keuangan.

Konsolidasi tidak melulu soal mengurangi jumlah pemain di industri perbankan. Fokus utamanya adalah membangun institusi dengan modal kuat dan daya saing tinggi.

Penguatan kapasitas industri penting agar bank nasional lebih tangguh menghadapi tantangan. Tujuannya menciptakan entitas yang mampu bersaing di tingkat regional maupun global.

Struktur jumlah bank berdasarkan kelompok modal inti (KBMI) di Indonesia saat ini:

>>> Kisah Sukses Noval Friestanto, Raup 2 Gold Play Button Lewat Konten Film Pendek

  • KBMI I: 58 bank dengan modal inti paling rendah.
  • KBMI II: 27 bank dalam kategori modal menengah.
  • KBMI IV: 4 bank besar dengan skala modal inti tertinggi.

Data tersebut menunjukkan dominasi pasar masih di tangan segelintir pemain besar. Ketimpangan skala usaha di industri perbankan tanah air pun terlihat jelas.

Konsentrasi Aset pada Bank Besar

Hingga Maret 2026, mayoritas aktivitas perbankan masih terpusat pada kelompok bank skala besar. Penguasaan aset tidak merata di antara para pelaku industri.

Lebih dari separuh total aset perbankan nasional, sekitar 52 persen, hanya dikuasai oleh bank kategori KBMI IV.

Sementara itu, porsi aset sisanya terbagi ke puluhan bank lain yang skalanya lebih kecil.

>>> Cara Cek Desil dan Status Bansos PKH BPNT Mei 2026 Terbaru

Kondisi ini menunjukkan fungsi intermediasi masih sangat bergantung pada bank-bank raksasa. Putrama berharap ke depannya struktur industri bisa lebih seimbang dan kokoh melalui penguatan modal.