Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perdagangan internasional Indonesia awal 2026. Laporan tersebut menyoroti lonjakan signifikan pada impor plastik dan barang turunannya.

Kenaikan ini terjadi meskipun pasar global dibayangi ketegangan konflik di Timur Tengah. Situasi geopolitik itu telah memicu fluktuasi harga komoditas dunia.

>>> Pemerintah Perketat Aturan PPh Final UMKM, Cegah Perusahaan Besar Nakal

Data Pertumbuhan Impor Plastik 2026

Berdasarkan data BPS, volume impor plastik periode Januari hingga April 2026 tumbuh 12,40 persen.

Angka ini meningkat dari 2,08 juta ton pada periode sama tahun sebelumnya menjadi 2,34 juta ton.

Peningkatan volume juga diikuti kenaikan nilai impor yang mencapai 9,71 persen.

Secara nominal, anggaran melonjak dari US$3,38 miliar menjadi US$3,71 miliar pada caturwulan pertama tahun ini.

Berikut ringkasan perbandingan data impor plastik periode Januari-April:

  • Volume (Juta Ton): Jan-Apr 2025: 2,08; Jan-Apr 2026: 2,34; Pertumbuhan: 12,40%
  • Nilai (Miliar USD): Jan-Apr 2025: 3,38; Jan-Apr 2026: 3,71; Pertumbuhan: 9,71%

Data tersebut menunjukkan permintaan domestik terhadap bahan baku plastik masih sangat tinggi. Meski harga merangkak naik, pelaku industri tetap melakukan pengadaan dalam jumlah besar.

Kenaikan Impor Mesin dan Perlengkapan Elektrik

Selain plastik, sektor mesin dan perlengkapan elektrik juga mencatat pertumbuhan impresif.

Dari sisi nilai, impor kategori ini melonjak 18,98 persen menjadi US$11,12 miliar dari sebelumnya US$9,35 miliar.

Lonjakan paling tajam terlihat pada volume pengiriman yang meroket hingga 61,73 persen.

Volume impor yang semula 540 ribu ton pada awal 2025 kini membengkak menjadi 870 ribu ton.

>>> Cara Cek Saldo dan Bayar Iuran BPJS Kesehatan 2026, Mudah dan Praktis

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan total nilai impor nasional mengalami tren penguatan.