Secara umum, total impor periode Januari-April 2026 melesat hingga 13,40 persen.

Peningkatan tersebut didorong sektor migas yang naik 17,58 persen serta nonmigas sebesar 12,70 persen.

Pudji menyebut bahan baku atau penolong menjadi kontributor utama dengan andil peningkatan 8,47 persen.

Analisis Kinerja Impor Bulan April 2026

Jika menilik performa khusus April 2026, total nilai impor mencapai US$25,21 miliar.

Angka ini mencerminkan kenaikan 22,49 persen dibandingkan April tahun lalu yang sebesar US$20,59 miliar.

Sektor migas memberikan kejutan dengan pertumbuhan tahunan (yoy) mencapai 82,52 persen atau senilai US$4,60 miliar.

Sementara itu, impor nonmigas turut terkerek naik 14,11 persen dengan nilai transaksi US$20,62 miliar.

BPS juga merinci pertumbuhan impor berdasarkan kategori penggunaan barang selama April 2026:

>>> Kopi untuk Diet: Manfaat, Cara Kerja, dan Waktu Terbaik Konsumsi Terbaru 2026

  • Barang Konsumsi: US$2,43 miliar, naik 42,90 persen secara tahunan.
  • Bahan Baku/Penolong: US$18,65 miliar, tumbuh 24,56 persen.
  • Barang Modal: US$4,13 miliar, naik tipis 5,64 persen.

Kenaikan pada kategori bahan baku dan barang modal mengindikasikan pergerakan positif sektor produksi dalam negeri. Hal ini menunjukkan aktivitas manufaktur tetap bergeliat meskipun menghadapi tantangan ekonomi global.