Kekalahan Timnas Argentina dari Spanyol pada final Piala Dunia 2026 terasa seperti deja vu. Kejadian ini mengulang tragedi yang dialami Diego Maradona pada final 1990.

Argentina kalah 0-1 dari Spanyol di Stadion MetLife, New Jersey. Hasil itu membuat mereka gagal mempertahankan gelar juara dunia.

>>> Panel OLED Laptop Samsung Tembus Kecerahan Puncak 1.600 Nits

Lima Kesamaan Final 1990 dan 2026

Sejumlah media menyoroti kemiripan kedua partai puncak tersebut. Berikut lima kesamaan yang mencolok.

1. Datang sebagai Juara Bertahan, Pulang Tanpa Trofi.

Pada kedua edisi, Argentina berstatus juara bertahan. Mereka berpeluang mencatatkan gelar beruntun, tetapi ambisi itu kandas oleh wakil Eropa.

2. Redupnya Sang Nomor 10.

Pada final 1990, Maradona gagal memberi pengaruh besar saat melawan Jerman Barat. Hal serupa dialami Lionel Messi di final 2026.

Kapten Argentina kesulitan menciptakan peluang berarti selama 120 menit.

>>> Isu Reshuffle Menteri PU Memanas, Istana Buka Suara

3. Statistik Tembakan Sangat Jomplang.

Pada final 1990, Argentina hanya melepaskan satu tembakan, sedangkan Jerman Barat 23 percobaan. Di final 2026, Spanyol mendominasi dengan total 20 tembakan.

4. Kutukan Bintang.

Baik Maradona maupun Messi, dua pemain terbaik Argentina, gagal bersinar di final saat tim paling membutuhkan mereka. Keduanya seperti terkena kutukan di laga puncak.

5. Kartu Merah.

Pada final 1990, Argentina mendapat kartu merah setelah Pedro Monzon diusir. Di final 2026, situasi serupa terjadi saat pemain Argentina harus meninggalkan lapangan lebih awal.

>>> Istana Segera Umumkan Nama Jampidsus Pengganti Febrie

Kekalahan ini menjadi catatan pahit bagi Argentina. Mereka harus menunggu empat tahun lagi untuk mencoba merebut kembali trofi Piala Dunia.