Film fiksi ilmiah terbaru sutradara Na Hong-jin, "Hope", memicu perdebatan sengit di kalangan penonton dan kritikus sejak dirilis pada 15 Juli.

Reaksi yang terpolarisasi justru mendorong rasa penasaran publik, sehingga film ini berhasil menembus 2 juta penonton pada hari kelima penayangannya.

>>> Rina Hidaka dan Yuma Uchida Sambut Kelahiran Anak Pertama

Film ini mengikuti kekacauan yang terjadi ketika monster misterius menyerang Hopo Port, sebuah desa nelayan fiksi di dekat Zona Demiliterisasi Korea.

Kepala kantor polisi setempat (diperankan Hwang Jung-min) dan warga desa, termasuk Seong-gi (Zo In-sung), berusaha menghadapi entitas alien sementara warga membentuk kelompok pertahanan.

Pujian dan Kritik

Para pendukung memuji film ini sebagai mahakarya inovatif, menyoroti aksi intens, skala besar, dan struktur narasi yang memberontak dari sinema Korea tradisional.

Kritikus film terkemuka Lee Dong-jin memberi film ini empat dari lima bintang, memuji energi mentah dan ambisi sinematiknya.

Ia menulis, "Ini adalah perlombaan berani melalui kekacauan aneh di mana seluruh film terasa seperti klimaks besar."

Sebaliknya, beberapa kritikus menyerang produksi karena plot yang tidak padu, logika internal yang tidak konsisten, dan CGI yang tidak meyakinkan.

Mereka menunjuk pada kurangnya penjelasan tentang asal-usul alien, alasan kedatangan mereka, atau mengapa desa nelayan yang tenang tiba-tiba dipenuhi senjata berat.

Na menanggapi keluhan tentang celah naratif dalam diskusi dengan sineas Bong Joon-ho, menjelaskan bahwa kurangnya penjelasan adalah pilihan kreatif yang disengaja.

"Saya memilih untuk melepaskan daging narasi demi mendapatkan tulang detail sinematik," kata Na.

Reaksi Penonton

Pengguna web di berbagai komunitas daring dan platform ulasan film berbagi ulasan yang sangat bertentangan tentang pengalaman menonton mereka.