Peminat Profesi Guru Turun Akibat Seleksi Diperketat? Ini Analisis Terbaru Pakar
Kebijakan penataan guru honorer melalui Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 terus menuai tanggapan. Salah satu sorotan datang dari Dr. Septi Budi Sartika, M.
Pd. , Dekan FPIP Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida).
>>> Ulang Tahun ke-78, Umuh Muchtar: Prestasi Persib Lampaui Harapan
Ia mencermati nasib lulusan sarjana pendidikan di tengah pengetatan formasi guru. Menurutnya, lulusan baru kini dituntut lebih adaptif karena persaingan kerja akan lebih kompetitif.
Dinamika Program Studi Pendidikan
Septi menjelaskan bahwa secara historis, seleksi masuk prodi pendidikan tidak seketat jurusan teknik atau kedokteran. Namun, kondisi itu mulai berubah seiring kebijakan pembatasan formasi yang lebih selektif.
Meski formasi terbatas, ia yakin hal itu tidak akan memicu penutupan paksa prodi pendidikan. Penutupan jurusan mungkin terjadi jika pihak kampus sendiri yang mengajukan, bukan karena tekanan regulasi.
Tenaga pendidik honorer disarankan membekali diri dengan beberapa hal:
>>> Catat! Syarat Dokumen Resmi SPMB Jakarta 2026 Jenjang SMP, SMA, SMK Terbaru
- Meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan regulasi dan teknologi pendidikan.
- Mengembangkan kompetensi tambahan di luar bidang mengajar.
- Memanfaatkan program bantuan studi lanjut S1 atau PPG dari kementerian.
- Memperkuat pemahaman materi dan metode pengajaran inovatif.
Minat Menjadi Guru di Tengah Tantangan Formasi
Terkait asumsi pengetatan formasi menurunkan minat, Septi optimis. Ia meyakini menjadi pendidik adalah panggilan jiwa yang tidak pudar karena faktor birokrasi.
Banyak mahasiswa awalnya memilih prodi pendidikan karena dorongan luar, namun akhirnya jatuh cinta pada profesi ini. Rasa ingin berbagi ilmu menjadi motivasi utama menjaga minat terhadap profesi guru.
Fokus pada Kualitas Pembelajaran di Kelas
Septi juga mengajak pemerintah dan sekolah fokus pada apa yang terjadi di ruang kelas. Kualitas pendidikan nasional bergantung pada kejujuran dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.
Ia mengkritik praktik "tuntas paksa" yang memanipulasi nilai siswa. Praktik remedial yang hanya mengulang soal ujian tanpa pendalaman materi juga harus dibenahi.
>>> 8 Kebiasaan Sepele Bikin Mobil Toyota Boros BBM, Nomor 5 Sering Diabaikan Pemiliknya!
Perbaikan sistem pendidikan tidak boleh berhenti pada level administrasi. Profesi guru yang dijalankan tanpa hati dan minat tulus akan berbahaya bagi masa depan generasi bangsa.
Update Terbaru
Fakta dan Alasan Jabar Wacanakan Aktifkan Kembali SPP Sekolah
Sabtu / 18-07-2026, 11:56 WIB
5 Bahasa Tubuh yang Bisa Jadi Tanda Seseorang Berbohong
Sabtu / 18-07-2026, 11:56 WIB
Sandara Park Ungkap Kisah Kencan 'Non-Tatap Muka' yang Unik
Sabtu / 18-07-2026, 11:54 WIB
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 5.069 Orang
Sabtu / 18-07-2026, 11:53 WIB
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Arab Saudi untuk Pertama Kali
Sabtu / 18-07-2026, 11:53 WIB
Apa Itu Etomidate? Obat Bius yang Ditemukan di Home Industry PIK
Sabtu / 18-07-2026, 11:53 WIB
Prabowo Klaim Segera Luncurkan Motor Listrik Nasional Buatan Indonesia
Sabtu / 18-07-2026, 11:52 WIB
Oppo Perbarui ColorOS 16: Live Score Sepak Bola, Dual TWS, dan Keamanan AI Lebih Cerdas
Sabtu / 18-07-2026, 11:52 WIB
Waspada Quishing, Modus Penipuan Baru Lewat QR Code yang Bisa Menguras Rekening
Sabtu / 18-07-2026, 11:52 WIB
Studi Ungkap Ciri Psikopat Bisa Dilihat dari Makanan Kesukaan
Sabtu / 18-07-2026, 11:52 WIB
Cara Rahasia Ombre Lips Natural Awet 20 Jam ala MUA, Anti Ribet Re-apply
Sabtu / 18-07-2026, 11:52 WIB
[CEK FAKTA] Klaim Prabowo Soal Motor Listrik Nasional Dinilai Keliru
Sabtu / 18-07-2026, 11:52 WIB
Bongkar Dibalik Layar The East Palace: Nam Joo Hyuk dan Roh Yoon Seo Akui Syuting Underwater Penuh 'Penderitaan'
Sabtu / 18-07-2026, 11:51 WIB
Diam Seribu Bahasa, Don Ritto Digiring Polisi ke Kejaksaan Agung Terkait Dugaan Korupsi Asabri dan TPPU
Sabtu / 18-07-2026, 11:49 WIB







