Gen Z Jadi Target Utama Perusahaan Asuransi 2026, Ini Alasannya
Banyak calon nasabah bingung mengenai tata cara pendaftaran, lokasi pembelian, hingga penentuan jumlah premi.
Kinerja Positif Industri Asuransi Jiwa 2026
Industri asuransi jiwa mencatat rapor positif sepanjang kuartal pertama 2026. Meski ekonomi global dinamis, minat masyarakat Indonesia untuk memiliki perlindungan jiwa tetap terjaga.
>>> 5 Penyebab Bisnis Sering Kehabisan Modal di Tengah Jalan yang Jarang Disadari di 2026
Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya jumlah tertanggung serta pertumbuhan premi bisnis baru dan nilai uang pertanggungan. Segmen individu tetap menjadi tulang punggung utama dengan premi Rp35,75 triliun.
Angka ini mengalami penurunan tipis 2,3% dibanding tahun lalu. Di sisi lain, premi segmen kumpulan naik 5,7% menjadi Rp11,52 triliun.
Albertus menilai komposisi ini menunjukkan kebutuhan perlindungan terus berkembang merata. Pertumbuhan bisnis baru secara keseluruhan juga menggembirakan.
Premi bisnis baru dengan perhitungan weighted meningkat 1,5% menjadi Rp10,71 triliun. Untuk perhitungan unweighted, terjadi lonjakan 5% dengan total Rp27,90 triliun.
Minat tinggi terhadap produk premi tunggal menjadi pendorong utama kenaikan tersebut. Nasabah dengan kapasitas finansial mapan cenderung memilih produk ini karena kemudahan pembayaran.
Produk premi tunggal menawarkan manfaat ganda berupa perlindungan dan elemen investasi. Instrumen ini dinilai relatif stabil dan tidak terpengaruh fluktuasi ekonomi jangka pendek.
Kontribusi Bancassurance dan Kanal Pemasaran
Premi lanjutan tercatat mengalami penurunan tahunan 7,5% menjadi Rp19,37 triliun. Meski begitu, kontribusinya tetap vital bagi industri.
Kanal distribusi bancassurance masih menjadi kontributor terbesar dalam pendapatan premi. Kerja sama perbankan dan asuransi terbukti efektif menjangkau nasabah melek finansial.
Berikut rincian kontribusi kanal distribusi pada kuartal I 2026:
- Bancassurance: weighted Rp3,46 triliun, unweighted Rp13,24 triliun
- Direct Marketing: weighted Rp2,69 triliun, unweighted Rp6,92 triliun
- Keagenan: weighted Rp2,42 triliun, unweighted Rp4,04 triliun
Selain tiga kanal utama, terdapat kontribusi dari employee benefit consultant sebesar Rp1,07 triliun dan broker asuransi Rp610 miliar.
Keberagaman jalur distribusi penting untuk memastikan akses asuransi merata.
>>> ASBISINDO Minta Aturan Spin-Off UUS dalam RUU P2SK Ditinjau Ulang
AAJI terus berupaya memperluas jaringan agar visi inklusi asuransi nasional segera tercapai.
Update Terbaru
Chelsea Sepakati Transfer Rekor Morgan Rogers dari Aston Villa
Minggu / 19-07-2026, 02:35 WIB
Josh Kerr Pecahkan Rekor Dunia Mil Pria Setelah 27 Tahun di London
Minggu / 19-07-2026, 02:34 WIB
Serangan Rudal Iran Tewaskan Dua Tentara AS di Yordania
Minggu / 19-07-2026, 02:34 WIB
Espanyol Coret Tiga Pemain dari Laga Pramusim Perdana Lawan Olot
Minggu / 19-07-2026, 02:29 WIB
Pitcher Rookie Karlyn Pickens Hancurkan Dua Bat Aluminium di AUSL
Minggu / 19-07-2026, 02:29 WIB
Pejabat Indonesia: Kerja Sama Investasi China-Indonesia Berpotensi Besar
Minggu / 19-07-2026, 02:28 WIB
Menko Airlangga: AI Akan Jadi Game-Changer Ekonomi Indonesia
Minggu / 19-07-2026, 02:28 WIB
Marcellus Wiley Akui Pernikahan Tak Sempurna, Tapi Bantah Kekerasan
Minggu / 19-07-2026, 02:28 WIB
Lee Chae Young fromis_9 Buka Suara soal Kontroversi Rokok Elektrik 2023
Minggu / 19-07-2026, 02:28 WIB
YOUNG POSSE Umumkan Tur Eropa Perdana 'Pilot3' untuk Perluas Dominasi Hip-Hop Global
Minggu / 19-07-2026, 02:28 WIB
Adam Levine dan Behati Prinsloo Mesra di Atas Kapal Pesiar Mewah
Minggu / 19-07-2026, 02:24 WIB
Bintang '90 Day Fiancé' Armando dan Kenny Bersatu Kembali di AS Saat Putri Dirawat di ICU
Minggu / 19-07-2026, 02:24 WIB
Link Live Streaming Prancis vs Inggris di Piala Dunia 2026
Minggu / 19-07-2026, 02:24 WIB
Tiffany Young Umumkan Tur Asia 'Edge of Calm' untuk Album Studio Perdananya
Minggu / 19-07-2026, 02:24 WIB







