Waspada BI Rate Naik, Kredit Macet Perbankan Berpotensi Melonjak di 2026
Meskipun risiko meningkat, bank tidak akan menghentikan penyaluran kredit ke sektor sensitif, melainkan lebih berhati-hati. Strategi flight to quality menjadi pilihan utama dengan memperketat underwriting dan seleksi debitur.
Fokus bank ke depan adalah debitur dengan arus kas stabil dan rekam jejak pembayaran teruji. Skema rantai pasok atau value chain korporasi juga akan dioptimalkan.
Kinerja Risiko Kredit Bank Besar
Berikut indikator risiko kredit beberapa bank besar berdasarkan data terbaru:
- Bank BTN: Rasio LAR Q1 2026 sebesar 19,6%, turun 70 basis poin secara tahunan dari 20,3% pada Q1 2025.
- Bank BCA: Rasio LAR 5,1% pada Q1 2026, turun dari 6,0% pada Q1 2025. NPL terjaga rendah di level 1,8%.
- Bank CIMB Niaga: Rasio LAR 6,8% pada Q1 2026, dengan LAR murni (tanpa eks-Covid) di level 5,4%.
Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, mengakui kenaikan suku bunga bisa memengaruhi profil risiko debitur. BTN telah memperkuat early warning system untuk mendeteksi potensi gagal bayar lebih awal.
Ekspansi kredit BTN akan dilakukan secara terukur pada sektor perumahan dengan prinsip kehati-hatian. Pendekatan ini mempertimbangkan kemampuan bayar dan prospek bisnis calon peminjam.
EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menyatakan perseroan terus memantau dampak dinamika ekonomi makro dan geopolitik.
BCA mengevaluasi kualitas portofolio secara berkala dan membatasi konsentrasi kredit pada sektor berisiko tinggi.
BCA memastikan kecukupan dana cadangan dengan rasio pencadangan NPL mencapai 174,6% dan rasio pencadangan LAR di angka 69,7%.
Presiden Direktur Bank CIMB Niaga, Lani Darmawan, mencatat tren penurunan risiko kredit yang konsisten. Rasio LAR 6,8% menunjukkan performa sehat jika mengecualikan sisa restrukturisasi pandemi.
Lani menegaskan tidak ada penambahan risiko signifikan pada LAR meskipun suku bunga naik. Konsistensi dalam prudential banking menjadi kunci menjaga kualitas aset.
Secara umum, industri perbankan Indonesia lebih siap menghadapi tekanan suku bunga berkat fundamental yang kuat.
>>> Ahli Ungkap Kebiasaan Malam yang Bikin Hati Rusak, Ternyata Mengejutkan!
Namun, pengawasan intensif terhadap kemampuan bayar debitur tetap prioritas agar rasio kredit berisiko tidak kembali ke dua digit.
Update Terbaru
Activitas Hentikan Call of Duty Warzone di PS4 dan Xbox One pada 2026
Selasa / 02-06-2026, 19:39 WIB
Gagas Youth Development Bank, Calon Ketua HIPMI Permudah Akses Modal Cepat Cair 2026
Selasa / 02-06-2026, 19:39 WIB
Asippindo Ungkap Penyebab Porsi Penjaminan Konsumtif 2026 Melonjak Drastis
Selasa / 02-06-2026, 19:39 WIB
Xiaomi Luncurkan Tiga Wearable Baru: Smartwatch, Smart Band, dan Earbuds
Selasa / 02-06-2026, 19:34 WIB
Paul Scholes Beri Kode: Marcus Rashford ke Arsenal pada 2026?
Selasa / 02-06-2026, 19:34 WIB
Cara Cek Desil Bansos 2026 Terbaru Lewat HP, Pantau Status DTSEN
Selasa / 02-06-2026, 19:34 WIB
Porsche 911 GT3 Touring 'Tree of Life' Hadir dengan Cat Berubah Warna
Selasa / 02-06-2026, 19:29 WIB
Alwi Farhan Melaju ke 16 Besar Indonesia Open 2026 Usai Kalahkan Lakshya Sen
Selasa / 02-06-2026, 19:29 WIB
5 Kelebihan dan Kekurangan POCO X8 Pro Max: HP Terbaru Skor AnTuTu 2,8 Juta yang Banyak Dicari 2026
Selasa / 02-06-2026, 19:29 WIB
5 Kelebihan dan Kekurangan POCO X8 Pro Max, HP Gahar dengan Skor AnTuTu 28 Juta
Selasa / 02-06-2026, 19:24 WIB
Egy Maulana Vikri Ungkap Kesan Mengejutkan soal Gaya Latih John Herdman
Selasa / 02-06-2026, 19:24 WIB
Alwi Farhan Kalahkan Lakshya Sen, Tantang Jonatan Christie di 16 Besar Indonesia Open 2026
Selasa / 02-06-2026, 19:24 WIB
Jadwal Bola Hari Ini 2 Juni 2026: Siaran Langsung Piala AFF U19 dan Uji Coba Internasional
Selasa / 02-06-2026, 19:19 WIB
Hasil Kualifikasi Moto3 Italia 2026: Veda Ega Tertinggal, Hakim Danish Mengejutkan!
Selasa / 02-06-2026, 19:19 WIB






