Organ hati atau liver berperan vital dalam menyaring racun dari tubuh. Namun, para pakar kesehatan memperingatkan bahwa beberapa kebiasaan di malam hari dapat merusak fungsi organ penting ini.

Salah satu pemicu utama kerusakan hati adalah begadang yang disertai konsumsi makanan atau camilan larut malam.

>>> Duet Messi dan Timothée Chalamet di Film Backyard Legends Sambut Piala Dunia 2026

Makanan tinggi garam, lemak jahat, gula, serta minuman beralkohol menjadi ancaman serius bagi kesehatan liver.

Risiko Penyakit Hati Akibat Gaya Hidup Malam

Dr. Simran Malhotra dari Wellness By LifestyleMD menjelaskan bahwa kebiasaan malam yang buruk dapat memicu penyakit hati kronis.

Kondisi ini dikenal sebagai penyakit hati steatosis terkait disfungsi metabolik atau MASLD.

Meskipun alkohol sering dianggap sebagai penyebab utama gangguan liver, para ahli menekankan bahwa pola makan larut malam yang kronis juga berbahaya.

Kebiasaan ini secara langsung mengganggu proses kerja alami organ hati.

Dampak Makan Larut Malam terhadap Fungsi Liver

Hati memiliki kemampuan regenerasi sel, tetapi membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Saat seseorang makan larut malam, ritme sirkadian hati terganggu sehingga proses pemulihan tidak maksimal.

Ketidakseimbangan ini memicu penumpukan lemak, peradangan, hingga lonjakan gula darah. Berikut dampak spesifik dari kebiasaan makan larut malam bagi kesehatan hati:

Gangguan Metabolisme Gula Darah

Pada malam hari, sensitivitas tubuh terhadap insulin menurun secara alami. Hal ini membuat hati kesulitan memproses glukosa secara efisien dibandingkan siang hari.

Lonjakan gula darah yang terus-menerus di malam hari meningkatkan risiko diabetes dan penyakit hati jangka panjang.

Lisa Andrews, ahli nutrisi, menambahkan bahwa tubuh memproses nutrisi berbeda tergantung waktu makan.