>>> Mengejutkan, Bek Liverpool Ini Pilih Bertahan di Anfield Usai Arne Slot Dipecat 2026

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi porsi makan yang sama di malam hari menghasilkan kadar gula darah lebih tinggi daripada di siang hari.

Pemicu Penumpukan Lemak di Hati

Makan larut malam memaksa hati memproses lemak saat seharusnya beristirahat. Gangguan ritme sirkadian ini menyebabkan penanganan lemak tidak efisien dan memicu penimbunan di jaringan hati.

Sebuah riset terhadap 32.000 orang membuktikan bahwa kombinasi melewatkan sarapan dan ngemil di malam hari meningkatkan risiko penyakit hati sebesar 52%.

Penumpukan lemak ini sering tidak menunjukkan gejala fisik pada tahap awal.

Oleh karena itu, pemeriksaan enzim hati secara berkala sangat disarankan untuk mendeteksi gangguan sejak dini.

Risiko Peradangan Kronis

Makan di malam hari juga erat kaitannya dengan peningkatan risiko peradangan pada hati dan sistem tubuh.

Peradangan kronis yang dibiarkan dapat memicu pembentukan jaringan parut pada hati atau sirosis.

Kondisi metabolisme yang tidak selaras dengan jam biologis tubuh menjadi penyebab utama peradangan tersebut.

Hal ini menjelaskan mengapa pekerja shift malam sering memiliki kadar enzim hati lebih tinggi dan risiko disfungsi hati lebih besar.

Menjaga pola makan dan waktu istirahat sangat krusial bagi kesehatan organ hati.

>>> Jonatan Christie Targetkan Gelar Juara Indonesia Open 2026

Dengan memperbaiki kebiasaan malam hari, Anda membantu liver bekerja lebih ringan dalam menetralisir racun di dalam tubuh.