Secara kumulatif Januari-April 2026, total ekspor nasional mencapai 92,15 miliar dolar AS. Jumlah ini naik 5,48 persen dibandingkan empat bulan pertama 2025.

>>> 23 Kode Redeem FC Mobile 2 Juni 2026: Klaim 5.000 Gems dan Voucher Gratis

Pudji Ismartini menjelaskan industri pengolahan menjadi faktor kunci peningkatan ekspor kumulatif. Sektor ini memberikan andil pertumbuhan sebesar 7,71 persen terhadap total ekspor.

Kenaikan Impor

Total impor Indonesia pada April 2026 mencapai 25,21 miliar dolar AS. Angka ini naik 22,49 persen secara tahunan.

Impor nonmigas tercatat 20,62 miliar dolar AS, meningkat 14,11 persen dari April 2025. Sementara impor migas melonjak 82,52 persen menjadi 4,60 miliar dolar AS.

Untuk periode Januari-April 2026, total impor mencapai 85,61 miliar dolar AS.

Angka ini naik 13,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 76,29 miliar dolar AS.

Negara Mitra Dagang

Selama Januari-April 2026, Amerika Serikat menjadi penyumbang surplus terbesar bagi Indonesia dengan nilai 5,76 miliar dolar AS.

Disusul India sebesar 4,41 miliar dolar AS dan Filipina 2,93 miliar dolar AS.

Untuk surplus nonmigas, Amerika Serikat mencatat 6,81 miliar dolar AS, India 4,44 miliar dolar AS, dan Filipina 2,77 miliar dolar AS.

Pudji menegaskan Amerika Serikat tetap menjadi mitra strategis utama.

Namun, Indonesia masih mencatat defisit dengan beberapa negara. China menjadi negara dengan defisit terdalam, mencapai 7,59 miliar dolar AS secara keseluruhan.

Defisit juga terjadi dengan Australia sebesar 3,29 miliar dolar AS dan Singapura 2,82 miliar dolar AS.

Untuk sektor nonmigas, defisit terbesar berasal dari China (8,03 miliar dolar AS) dan Australia (3,05 miliar dolar AS).

>>> Jadwal Cair Gaji ke-13 Tahun 2026 Resmi Juni, Skema Terbaru Masih Dikaji

Argentina juga mencatat defisit nonmigas sebesar 730 juta dolar AS.