PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menegaskan komitmennya untuk tetap menggarap sektor produktif pada 2026.

Langkah ini diambil meskipun kondisi ekonomi global dan domestik sedang fluktuatif.

>>> 23 Kode Redeem FC Mobile 2 Juni 2026: Klaim 5.000 Gems dan Voucher Gratis

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar, Ibnu Fadhli, menyatakan bahwa sektor produktif menjadi pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, penjaminan pada sektor ini memberikan dampak nyata terhadap berbagai aspek ekonomi di Sumatera Barat.

Dampak Penjaminan Sektor Produktif

Ibnu Fadhli memaparkan tiga dampak utama dari penjaminan sektor produktif. Pertama, mendorong pertumbuhan ekonomi dengan menstimulasi aktivitas ekonomi di tingkat daerah.

Kedua, menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Ketiga, memperkuat pelaku usaha dengan memberikan perlindungan dan kepercayaan bagi UMKM untuk terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ibnu kepada Kontan pada Senin, 1 Juni 2026. Ia optimistis terhadap potensi lokal meskipun ada tantangan.

Tantangan dan Strategi

Ibnu mengakui bahwa gejolak ekonomi dapat mempengaruhi laju pertumbuhan penjaminan. Potensi perlambatan terjadi jika permintaan kredit menurun atau perbankan lebih selektif.

Manajemen mengantisipasi sikap kehati-hatian yang lebih tinggi dari lembaga keuangan mitra.

Meski demikian, Jamkrida Sumbar tidak mengubah arah bisnis secara drastis ke sektor konsumtif. Perusahaan tetap mempertahankan sektor produktif sebagai kontributor utama portofolio.

>>> Jadwal Cair Gaji ke-13 Tahun 2026 Resmi Juni, Skema Terbaru Masih Dikaji

Strategi manajemen meliputi menjaga keseimbangan porsi produktif dan konsumtif, memprioritaskan sektor utama, serta melakukan mitigasi risiko melalui pengawasan ketat.

Langkah-langkah ini diharapkan menjaga stabilitas keuangan perusahaan tanpa meninggalkan fungsi sosialnya.