Budidaya belut kini bisa dilakukan di drum plastik tanpa lumpur. Metode ini menawarkan kemudahan bagi pemula yang ingin memulai usaha di lahan terbatas.

Dengan teknik air bersih atau semi-intensif, siapa pun dapat beternak belut di halaman rumah. Biaya awal pun lebih hemat karena menggunakan drum bekas.

>>> Eks Admin Fuji Resmi Jadi Tersangka Kasus Penggelapan Dana Rp1 Miliar

1. Persiapan Drum yang Tepat

Gunakan drum berukuran 200-300 liter dengan penutup rapat. Kedalaman minimal 60 cm diperlukan agar belut leluasa bergerak.

Bersihkan drum bekas dari sisa bahan kimia dengan merendamnya 1-2 hari. Periksa bagian tajam dan pasang saluran pembuangan di bagian bawah.

2. Inovasi Media Pengganti Lumpur

Isi drum dengan air bersih setinggi 30-40 cm. Tambahkan ijuk, potongan pipa paralon, atau jaring sebagai tempat persembunyian belut.

Alternatif lain adalah campuran kompos, pupuk kandang, jerami, dan bekatul. Letakkan jerami 20 cm di dasar dan pelepah pisang 6 cm di atasnya.

Tambahkan GDM SaMe, GDM Black BOS, dan SOC GDM Ikan untuk hasil optimal.

3. Optimalisasi Saluran Air dan Sistem Aerasi

Kualitas air sangat penting. Gunakan air bersih dengan pH 6-8 dan suhu 20-30 derajat Celsius.

Aerator atau pompa udara disarankan untuk menjaga oksigen terlarut.

Lakukan penggantian air setiap 2-3 minggu untuk menghindari penumpukan zat sisa.

>>> Viral Driver Ojol Dibentak Sekuriti Konser F4 Senayan 2026, Netizen Geram

4. Seleksi dan Penebaran Bibit Belut Berkualitas

Pilih bibit belut sehat, lincah, dan tidak cacat. Ukuran ideal 10-12 cm dengan kepadatan 5-10 ekor per m².

Hindari kepadatan berlebih agar tidak stres.