Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali memperbarui daftar emiten yang masuk dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC). Pengumuman terbaru ini dirilis pada Selasa, 2 Juni 2026, melalui keterbukaan informasi.

Tiga nama baru tercatat dalam daftar tersebut, yaitu PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI), dan PT Mahkota Group Tbk (MGRO).

>>> Bobby Nasution Puji Timnas U-19 Usai Kalahkan Myanmar di Stadion Sumut

Status HSC menandakan bahwa kepemilikan saham perusahaan sangat terkonsentrasi pada segelintir pihak. Meski demikian, BEI menegaskan bahwa status ini bukan berarti perusahaan melanggar hukum pasar modal.

Rincian Kepemilikan Terkonsentrasi

Berdasarkan data BEI, berikut persentase kepemilikan terkonsentrasi pada ketiga emiten baru:

  • WBSA: 95,82% saham dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu.
  • TCPI: 94,10% saham dimiliki oleh pihak-pihak tertentu.
  • MGRO: 93,76% saham terkonsentrasi pada segelintir pemegang saham.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa porsi saham yang beredar di publik sangat kecil. Kondisi ini kerap menjadi perhatian otoritas bursa terkait likuiditas transaksi di pasar sekunder.

>>> Gaji ke-13 ASN, Pejabat Negara, dan Pensiunan Mulai Dicairkan per 2 Juni 2026

Daftar Emiten HSC Sebelumnya

Sebelum penambahan ini, sejumlah emiten besar sudah lebih dulu masuk kategori HSC. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Prajogo Pangestu mencatat konsentrasi 97,31%.

Sementara PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Sinar Mas Grup memiliki konsentrasi 95,76%.

Berikut daftar emiten HSC lainnya berdasarkan data per April 2026:

>>> Taspen Mulai Salurkan Gaji ke-13 Pensiunan ASN 2026, Cair Hari Ini

  • RLCO (PT Abadi Lestari Indonesia Tbk): 95,35%
  • ROCK (PT Rockfields Properti Indonesia Tbk): 99,85%
  • MGLV (PT Panca Anugrah Wisesa Tbk): 95,94%
  • IFSH (PT Ifishdeco Tbk): 99,77%
  • SOTS (PT Satria Mega Kencana Tbk): 98,35%
  • AGII (PT Samator Indo Gas Tbk): 97,75%
  • LUCY (PT Lima Dua Lima Tiga Tbk): 95,47%

Data ini merupakan hasil integrasi informasi dari BEI dan KSEI. Investor diimbau untuk tetap waspada dan melakukan analisis mendalam saat bertransaksi pada saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.