Jawaban Seskab Teddy atas Usulan Dino Patti Djalal soal Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Jawaban Seskab Teddy atas Usulan Dino Patti Djalal soal Frekuensi Kunjungan Luar Negeri Prabowo
Perdebatan mengenai intensitas kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri mendapat tanggapan langsung dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Respons itu muncul setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan sejumlah usulan agar aktivitas diplomasi Presiden lebih banyak dilakukan secara virtual dan lebih hemat biaya.
Dino sebelumnya menilai frekuensi perjalanan internasional Presiden cukup tinggi sejak awal masa pemerintahan. Menurut perhitungannya, sebagian waktu kerja Presiden dihabiskan untuk agenda luar negeri yang dinilai berpotensi menimbulkan beban anggaran besar.
Ia menyebut biaya kunjungan kepala negara tidak hanya mencakup penerbangan, tetapi juga kebutuhan logistik, pengamanan, akomodasi, protokoler, hingga operasional delegasi yang ikut mendampingi.
Lima Usulan Dino Patti Djalal
>>> Dishub DKI Jakarta Lambat Buka Jalan Lenteng Agung Ambles
Dalam pandangannya, Dino mengajukan lima rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi diplomasi Presiden.
Pertama, komunikasi dengan para pemimpin dunia dinilai bisa lebih sering dilakukan melalui panggilan video, telepon, atau konferensi virtual. Menurutnya, substansi pembahasan bilateral kerap berlangsung singkat sehingga tidak selalu membutuhkan pertemuan tatap muka.
Kedua, Presiden disarankan memaksimalkan kehadiran dalam forum internasional dengan memperbanyak pertemuan bilateral bersama pemimpin negara lain yang hadir pada agenda yang sama.
Ketiga, Dino menilai kunjungan internasional perlu direncanakan dan diumumkan lebih awal agar publik mengetahui tujuan serta agenda yang akan dijalankan.
Keempat, ia mendorong agar Presiden lebih banyak menerima tamu negara di Indonesia dibanding melakukan perjalanan ke luar negeri.
Kelima, sebagian misi diplomasi yang bersifat teknis dan taktis diusulkan untuk lebih banyak ditangani Menteri Luar Negeri sehingga dapat menekan biaya perjalanan negara.
Update Terbaru
Panduan Menilai Keamanan Aplikasi Penghasil Uang Baru di 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:49 WIB
Adu Gaya Kim Min Ha dan Go Hyun Jung Usai BB Turun di Acara Fendi
Jumat / 17-07-2026, 16:48 WIB
Studi Ungkap Cara Efektif Atasi Kulit Belang Akibat Sinar Matahari
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
DPR Minta Kaji Matang Wacana SPP SMA/SMK di Jabar
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
Polisi Pastikan Keaslian Emas 74 Kg dari Rumah Febrie di Sentul
Jumat / 17-07-2026, 16:38 WIB
Detik-detik Roket Starship SpaceX Batal Meluncur Sebelum Lepas Landas
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
SPBU di Jakarta dan Bekasi Larang Suzuki Thunder Isi BBM
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli karena Terkait Kasus Lain
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Presiden Israel Nyatakan Keinginan Normalisasi dengan Arab Saudi
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Vincic Nangis Saat Dipilih Jadi Wasit Final Piala Dunia 2026
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Kejagung Periksa Eks Jampidsus Febrie sebagai Tersangka TPPU Asabri
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Bahlil: Blok Masela Sumbang Penerimaan Negara Rp680 Triliun
Jumat / 17-07-2026, 16:35 WIB
Pemkot Parepare Kurangi Personel Paskibraka Akibat Efisiensi Anggaran
Jumat / 17-07-2026, 16:33 WIB
BGN Ungkap Tunggakan Rp1,6 Triliun Era Dadan Hindayana, Pembayaran Masih Diproses
Jumat / 17-07-2026, 16:33 WIB







