Di bidang investasi, Teddy mengacu pada data BKPM yang mencatat realisasi investasi sekitar Rp2.430 triliun dalam satu setengah tahun terakhir. Ia juga menyebut adanya tambahan komitmen investasi sekitar Rp575 triliun yang diperoleh setelah kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan.

Pemerintah turut menyinggung kerja sama pertahanan dengan berbagai negara, penyelenggaraan ibadah haji, dukungan terhadap Palestina, hingga keberhasilan diplomasi dalam membantu pemulangan warga negara Indonesia yang sempat diamankan pihak Israel.

Penentuan Pertemuan Jadi Hak Presiden

Menanggapi kritik mengenai pilihan pertemuan dengan kepala negara lain dalam berbagai forum internasional, Teddy mengatakan keputusan tersebut ditetapkan berdasarkan prioritas kepentingan nasional.

Menurutnya, Presiden bersama Menteri Luar Negeri memiliki pertimbangan tersendiri mengenai pertemuan yang harus dilakukan secara langsung, cukup melalui sambungan telepon, maupun yang tidak perlu dipublikasikan.

Teddy menegaskan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan. Namun ia mengingatkan agar perdebatan mengenai frekuensi perjalanan luar negeri tidak mengabaikan hasil yang diklaim telah dicapai melalui jalur diplomasi.