Pemerhati Jawa Tengah, Budiyanto Hadinogoro, memberikan pandangannya terkait aksi protes masyarakat mengenai kerusakan di ruas jalan provinsi Randublatung–Cepu, Kabupaten Blora.

Menurutnya, publik perlu melihat permasalahan infrastruktur ini secara lebih menyeluruh dan proporsional agar tidak terjadi salah paham.

>>> Daftar Pengisi Suara Film Swapped 2026, Michael B. Jordan Bikin Kejutan

Penyebab Kerusakan Jalan

Budiyanto menegaskan bahwa kerusakan jalan tidak terjadi secara mendadak dalam waktu singkat, melainkan hasil dari akumulasi berbagai persoalan selama bertahun-tahun.

Ia menilai banyak faktor yang saling berkaitan dalam dinamika kondisi jalan di lapangan.

Beberapa faktor utama penyebab kerusakan jalan tersebut antara lain aspek perencanaan pembangunan yang membutuhkan waktu matang, ketersediaan dan alokasi anggaran daerah yang terbatas, kondisi geografis wilayah yang memengaruhi ketahanan struktur jalan, serta beban kendaraan yang melintas melebihi kapasitas tonase jalan tersebut.

Kritik dan Evaluasi Pemerintah

Budiyanto menjelaskan bahwa meskipun kritik dari masyarakat adalah elemen penting dalam demokrasi, penilaian terhadap kinerja pemerintah tidak seharusnya hanya berpatokan pada satu isu yang sedang viral di media sosial.

Hal ini penting agar evaluasi tetap berjalan secara objektif dan berimbang.

Penyelesaian masalah jalan provinsi memerlukan proses teknis serta penganggaran yang terstruktur dan tidak bisa diselesaikan secara instan.

Tekanan opini publik tidak bisa serta-merta mempercepat prosedur birokrasi yang memang sudah ditetapkan oleh aturan perundang-undangan.

Lebih lanjut, Budiyanto menyoroti bahwa Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menghadapi berbagai tugas berat di bidang infrastruktur sejak awal masa jabatannya.

Banyak dari pekerjaan rumah tersebut merupakan peninggalan dari periode pemerintahan sebelumnya yang menumpuk.

Oleh karena itu, ia menganggap tidak bijak jika semua beban kerusakan jalan langsung ditujukan kepada gubernur yang baru memimpin dalam waktu relatif singkat.