Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa biaya tambahan perjalanan luar negeri Presiden Prabowo dibiayai dari dana pribadi.

Pemerintah telah memangkas jumlah anggota delegasi menjadi 40 hingga 50 orang per rombongan.

>>> Harga Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp570 Juta, Angka Terbaru yang Mengejutkan Dunia

Pernyataan ini disampaikan Teddy pada 1 Juni 2026 sebagai respons atas desakan publik akan transparansi anggaran perjalanan dinas.

Kritik terhadap frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo menguat, terutama setelah Dino Patti Djalal menyoroti dampaknya pada APBN di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.

Melalui akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, Teddy menjelaskan mekanisme pembiayaan perjalanan dinas Presiden.

"Untuk semua biaya yang melebihi anggaran dari negara, itu ditanggung sepenuhnya oleh Presiden Prabowo secara pribadi," katanya dalam video yang diunggah.

Langkah ini disebut sebagai upaya efisiensi dan menjawab kekhawatiran publik.

Teddy juga menyebutkan bahwa jumlah rombongan kini jauh berkurang dibandingkan pemerintahan sebelumnya.

>>> Resmi! Persib Bandung Kembali Hadapi Manila Digger di Playoff ACL Two 2026/2027

"Jumlah rombongan Presiden Prabowo telah berkurang drastis, hanya separuh dari periode sebelumnya," jelasnya.

Pada masa lalu, delegasi bisa mencapai lebih dari 120 orang. Kini, di era Prabowo, angkanya turun menjadi 40 hingga 50 orang.

"Dulu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Saat Pak Prabowo, antara 40 sampai 50 orang," tambah Teddy.

Penjelasan ini memicu diskusi di kalangan warganet. Beberapa menilai pengurangan anggota rombongan belum signifikan jika frekuensi kunjungan justru meningkat.

"Walaupun jumlah rombongan dikurangi, tapi kalau kunjungannya diperbanyak berkali-kali lipat, ya sama saja," kritik seorang netizen.

Muncul pula permintaan agar pemerintah lebih transparan soal anggaran sehingga publik bisa mengaudit biaya setiap kunjungan.

>>> Herdman Bongkar Alasan Eliano dan Jordi Absen dari Timnas

"Mohon transparansinya. Agar bisa diaudit bersama publik," komentar netizen lainnya.