Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (Pengkab IPSI) Wonogiri periode 2026–2030 resmi dilantik pada Minggu, 31 Mei 2026.

Prosesi berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri.

>>> 7 Cara Hadapi Orang Toksik Tanpa Ribet agar Mental Tetap Aman dan Sehat 2026

Ketua terpilih, Weda Hendragiri, langsung mengusulkan pendirian Pusat Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPOP) khusus pencak silat kepada pemerintah daerah.

Langkah ini bertujuan memperkuat pembinaan atlet sejak usia dini.

Fokus pada Pembinaan Usia Dini dan DBON

Weda menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan respons terhadap perkembangan olahraga nasional. Pencak silat telah masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), sehingga daerah harus siap mencetak atlet berkualitas.

Ia menekankan pentingnya sinergi antarperguruan silat di Wonogiri.

"Kunci utama agar raihan prestasi maksimal terletak pada konsistensi pembinaan sejak usia dini," ujarnya, Senin (1/6/2026).

>>> Sindir Trump, Powell Ingatkan Bahaya Independensi The Fed Terganggu

Dukungan Bupati dan Harapan untuk Prestasi

Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno, mengapresiasi kinerja IPSI yang konsisten menjaga gairah kompetisi silat lokal. Ia menyoroti keberhasilan turnamen Raden Mas Said Cup sebagai sarana menjaring talenta muda.

Menurut Setyo, pencak silat bukan hanya soal prestasi, tetapi juga pembentukan karakter. "Ada nilai-nilai luhur terkait pembentukan karakter kuat di dalamnya," tuturnya.

Ketua Umum Pengprov IPSI Jawa Tengah, Hary Nuryanto, mengingatkan misi besar pencak silat untuk menjadi olahraga ekshibisi internasional.

Wonogiri dikenal sebagai lumbung atlet potensial yang sering menyumbang medali bagi Jawa Tengah.

Hary berharap kepengurusan baru mampu melahirkan inovasi dalam sistem pembinaan. "Provinsi Jawa Tengah selalu menjadi barometer perolehan medali silat, bahkan di tingkat internasional," katanya.

>>> Ekspor SDA Lewat Danantara, Purbaya Jelaskan Fungsi Terbaru DJBC di 2026

Rencana Strategis Kepengurusan Baru

  • Mengusulkan pendirian PPOP khusus pencak silat kepada Pemkab Wonogiri.
  • Memperkuat sinergi antarperguruan silat di Kabupaten Wonogiri.
  • Fokus pada pembinaan atlet usia dini sesuai DBON.
  • Meneruskan tradisi kompetisi lokal seperti Raden Mas Said Cup.
  • Mendorong lahirnya atlet berprestasi hingga level internasional.

Program kerja ini diharapkan membawa perubahan positif bagi dunia persilatan di Wonogiri. Melalui pembinaan terpadu, Wonogiri diharapkan tetap menjadi pusat lahirnya pesilat tangguh.